Kasus Middle East Respiratory Syndrome (MERS) kali pertama ditemukan di Arab Saudi pada 2012. Virus yang menular melalui hewan unta ini telah menjangkit 2.494 orang dan menelan 858 korban jiwa selama masa penyebarannya.
7. Flu burung H7N9
Pada 2013 ditemukan jenis baru virus flu burung dengan nama H7N9 di China. Penularannya ke manusia masih melalui unggas. Virus ini menginfeksi 1.568 orang dan menewaskan 616 lainnya selama penyebarannya.
8. Flu babi A(H1N1)pdm09
Virus flu babi yang menular melalui babi mulai menjangkit pada 2009 di wilayah Amerika Serikat dan Meksiko. Sekitar 1 juta orang terinfeksi. Angka kematiannya 123 ribu hingga 203 ribu jiwa.
9. Flu musiman
Flu musiman terjadi saban tahun. Berdasarkan data WHO per 5 Februari 2020, sebanyak lebih dari 1 miliar orang terinfeksi dengan angka kematian 290 ribu hingga 650 ribu orang.
WHO juga memasukkan data terkait virus Corona. Berdasarkan data WHO per 5 Februari 2020, virus ini telah menginfeksi lebih dari 20 ribu orang dan merenggut lebih dari 490 korban jiwa.
Berdasarkan statistik dari China, hingga kini, sekitar 2 persen orang yang terinfeksi virus Corona meninggal. Sebagai pembanding, 10 persen dari 8.437 orang yang terinfeksi SARS selama 2002 hingga 2003 meninggal.
Baca Juga: Wabah Virus Corona, Bebas Visa Warga China ke Indonesia Dicabut!
Data ini menunjukkan bahwa virus Corona tidak lebih mematikan ketimbang SARS. Sementara, virus MERS yang berasal dari Arab Saudi pada 2012 memiliki tingkat persentase kematian sebesar 35 persen.
Sementara, menurut analisis yang diterbitkan ilmuwan di Universitas Harvard Amerika Serikat pada 26 Januari, setiap orang yang terinfeksi bisa menularkan virus baru kepada hingga tiga orang. Itu membuat virus Corona baru menular seperti SARS.
WHO mengatakan mereka adalah orang yang tinggal atau bepergian di daerah di mana virus itu beredar yang mungkin berisiko terinfeksi. Kekinian, virus tersebut beredar di China. Mereka yang terinfeksi dari negara lain di antaranya orang-orang yang baru-baru ini bepergian dari China atau yang telah tinggal atau bekerja erat dengan para pelancong. Ini menunjukkan risiko bagi sebagian besar orang di luar China tetap rendah.
Selain itu, WHO, mengutip informasi awal, mengatakan jumlah waktu virus hanya bertahan beberapa di permukaan. "Desinfektan sederhana dapat membunuh virus sehingga tidak mungkin lagi menginfeksi orang," kata badan itu.
WHO pun menyebut orang yang lebih tua atau orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya bakal lebih berisiko memperparah efek virus Corona.
Untuk menghindari virus, WHO merekomendasikan agar orang sering mencuci tangan, menutup mulut dan hidung saat bersin atau batuk, dan menghindari kontak dekat dengan mereka yang sakit.
Berita Terkait
-
Harga Bawang Putih Naik Signifikan, Ibu Rumah Tangga Kurangi Pembelian
-
Wabah Virus Corona, Bebas Visa Warga China ke Indonesia Dicabut!
-
JK Bandingkan dengan China, Indonesia Sulit 10 Hari Bangun RS Corona
-
Keren! Jackie Chan Hingga Donnie Yen Dukung Tenaga Medis Lawan Virus Corona
-
Libur Massal Antisipasi Coronavirus, Ini Daftar Pabrik Mobil Buka Kembali
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
Pilihan
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
-
Jokowi Angkat Bicara Soal Dugaan Korupsi Mantan Menag Yaqut: Saya Tidak Pernah Perintahkan Korupsi!
Terkini
-
KPK Bongkar Alur Jual Beli Kuota Haji Khusus: Siapa 'Main' di Balik 20.000 Kuota Tambahan?
-
Wakasatgas PRR Pascabencana Dorong Akselerasi Pembangunan Huntara Tiga Kabupaten di Sumatera Utara
-
Usut Kasus Bupati Sudewo, KPK Bakal Telusuri Dugaan Pemerasan Calon Perangkat Desa di Wilayah Lain
-
Ketika Korban Kekerasan Seksual Memilih Diam dan Tak Melapor, Sejauh Mana Negara Berpihak?
-
Polisi Tangkap 10 Remaja Pelaku Tawuran Maut di Jakarta Barat, Korban Tewas Bacok
-
Investigasi Ungkap 'State Capture Corruption' Industri Rokok, Eks Pejabat Jadi Komisaris
-
Kemenkes dan Polri Peringatkan Bahaya Whip Pink atau Gas N2O: Bisa Sebabkan Kematian
-
Musim Hujan Makin Panjang, IDAI Ingatkan Orang Tua Jangan Paksa Anak Sakit ke Sekolah
-
Nama Jokowi Diseret dalam Kasus Kuota Haji Gus Yaqut, PSI Kasih Pembelaan
-
Dasco Ungkap Alasan Gerindra Belum Putuskan Ambang Batas Parlemen: Ini Soal Partisipasi Rakyat