Suara.com - Seorang pemuda berinisial RSA (25) harus kembali meringkuk di penjara lantaran ulah cabulnya.
Residivis kasus pencurian sepeda motor itu ditangkap polisi setelah mencabuli LS (18), turis asal Jerman di sebuah gang dekat Sekolah Dasar Maisyitoh Tangah Jua di kawasan Bukittinggi, Padang, Sumatra Barat, beberapa waktu lalu.
Dikutip dari Klikpositif.com--jaringan Suara.com, aksi pencabulan yang terjadi pada Kamis (30/1/2020) pagi terungkap setelah berteriak meminta tolong. Alhasil, warga di sekitar lokasi itu langsung menangkap pelaku sebelum dijemput Tim Cobra Polres Bukittinggi.
RSA tak segarang ketika saat beraksi mencabuli korban di gang sempit tersebut. Saat digelandang di Mapolres setempat, RSA beraktif dengan cara berpura-pura pingsan dan menangis di depan anggota polisi.
Saat melancarkan aksinya, pelaku sempat memamerkan alat vitalnya kepada turis asing tersebut hingga akhirnya dicabuli di gang dekat SD tersebut.
Dari hasil pemeriksaan, RSA tak ditemukan terpengaruh narkoba saat melancarkan tindakan tak senonoh kepada korban. Chairul menyampaikan, aksi pencabulan itu dilakukan tersangka secara sadar.
"Dari pemeriksaan, tersangka normal tanpa kelainan, ini murni karena nafsu ia bertindak," kata Kasat Reskrim Polres Bukittinggi AKP Chairul Amri Nasution
Buntut dari aksi cabulnya itu, warga asal Agam ini harus kembali menghuni hotel prodeo. Dalam kasus ini, RSA dijerat Pasal 289 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.
Baca Juga: Viral Pamer Kelamin di Lampu Merah, Pelaku Dilepas karena Gangguan Jiwa
Berita Terkait
-
Terangsang hingga Pamer Kelamin, Bule Jerman Dicabuli Residivis di Gang SD
-
Kenal di Medsos, Remaja Ini Cabuli Teman Wanitanya dan Sebar Video Mesumnya
-
Kenalan di Balai RW, Pelajar 18 Tahun Cabuli Remaja Usia 13 Tahun
-
Modus Ngobrol, Ketua KPU Banjarmasin Cabuli Siswa Magang di Toilet Hotel
-
Dalih Pahala Jadi Modusnya, Guru Ngaji Cabuli Para Murid saat Ajarkan Salat
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam