Sofyan menolak wacana membawa pulang kembali warga negara Indonesia (WNI ) pendukung ISIS ke tanah air.
"Menurut saya, itu berisiko dan harus dipikir ulang dan saya termasuk yang tidak setuju kalau mereka masuk ke Indonesia," kata Sofyan.
Menurut Sofyan, membawa kembali pendukung ISIS ke Indonesia akan menjadi masalah sebab mereka termasuk orang-orang yang tidak bisa dipercaya.
Sofyan menuturkan, terdapat beberapa tempat favorit bagi kalangan jihadis setelah kematian pemimpin ISIS Abu Bakar Al-Baghdadi.
"Pertama adalah memang Filipina untuk kawasan Asia Tenggara, yang kedua mereka juga mulai membuka front dan jalur untuk ke Afghanistan atau disebut dengan Khorasan dan itu seperti ada pembiaran," ungkapnya.
Belakangan, Ruille dan Ulfa kabarnya melanjutkan perjalanan ke Filipina untuk menjalankan perintah ISIS.
Menurut penjelasan BBC, keduanya berada di sebuah pulau kecil bernama Sulu di Mindanao. Wilayah itu dikenal dengan Region Otonomi Muslim Mindanao yang berbatasan dengan Kalimantan.
"Kesulitan yang mereka hadapi saat berada di Turki semakin memperkuat komitmen kepada ISIS," kata Quentin.
"Hutan-hutan lebat yang tidak terawasi di Mindanao, di selatan Filipina adalah tujuan Ruille dan Ulfa selanjutnya. Di sinilah mereka menjadi martir dan pembunuh massal," imbuhnya.
Baca Juga: Pemobil yang Cekik Polisi di Tol Angke Bawa Pisau dan Setrum
Berita Terkait
-
Soal WNI Eks ISIS, Ganjar Menolak, Ridwan Kamil Siap Menerima Asal Insaf
-
Wacana Dipulangkan, Pemerintah Wajib Sekolahkan Ulang Anak-anak Eks ISIS
-
Pemerintah Mesti Cermat Jika Mau Rehabilitasi 600 WNI eks ISIS
-
Wacana Dipulangkan, Rehabilitasi Eks Jihadis ISIS Harus Mendalam dan Lama
-
Masuk ke Suriah dan Bawa 600 WNI eks ISIS Pulang Bukan Perkara Mudah
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
KPK Soroti Dugaan Korupsi Lintas Rezim di Sukoharjo, Diduga 'Tradisi' dari Era Suami ke Istri
-
Sudah Mundur dari Jampidsus, Kapan Febrie Adriansyah Diperiksa? Begini Jawaban Polda Metro
-
Barbuk Emas dan Uang Punya Siapa? Hensa Desak Transparansi Kasus Usai Jampidsus Febrie Mundur
-
Usai Mundur, Jaksa Agung Tunjuk Rudi Margono Jadi Plt Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah
-
Jawa Tengah Darurat Korupsi? 4 Kepala Daerah Terjaring OTT KPK dalam Waktu Singkat
-
KPK Ungkap Modus Bupati Sukoharjo, Gunakan SK Paksa ASN Setor Insentif hingga Rp2,93 Miliar
-
Klarifikasi Kejati Jateng: Tak Ada Pemeriksaan Personel Polri Terkait SPPG
-
KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo dan Dua Pejabat Pemkab Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemerasan
-
Drama Perceraian Bupati Gowa Berbuntut Laporan Polisi: Mantan Suami Cium Aroma Kesaksian Palsu
-
Habiburokhman Tegaskan Mundurnya Jampidsus Febrie Tak Boleh Hentikan Pengusutan Kasus Korupsi