Suara.com - Jagat media sosial sosial digemparkan dengan video penggerebekan pasangan mesum di gunung. Pasangan tersebut tepergok melakukan tindakan asusila di dalam tenda.
Aksi penggerebakan itu viral seusai dibagikan oleh akun Twitter @RoviNurrizkyy, Sabtu (9/10/2020). Ia menyoroti ulah seseorang yang menegur dan bertindak kasar terhadap pasangan mesum di dalam tenda, setelah memergokinya.
Menurut @RoviNurrizkyy, tindakan tersebut sama kelirunya dengan orang yang telah melakukan tindakan mesum.
"Paling berhak menghukum yang salah. Mereka salah sih berhubungan intim ditempat umum atau alam, tapi yang kalau menurut saya lebih baik disuruh pakai baju dulu, lalu diomongin baiknya gimana, bukan malah ditelanjangi lalu meneriaki salah, kalau mau sama-sama berteriak salah," tulisnya, seperti dikutip Suara.com, Senin (10/2).
Senada dengan hal itu, kasus penggerebekan pasangan mesum di gunung juga memantik respons penyanyi Fiersa Beaeri lewat akun Twitter pribadinya.
Laki-laki yang hobi naik gunung itu prihatin dengan ulah orang yang melakukan penggerebekan.
"Entah kawan-kawan sudah atau akan melihatnya, tapi sedang beredar video penggerebekan pasangan mesum di tenda. Sedih sih," tulisnya.
Menurut Fiersa, bertindak tak senonoh di alam memang perbuatan salah. Namun, lebih keliru tindakan orang yang menarik selimut lalu mempermalukan pelaku mesum dengan membagikan videonya di media sosial.
"Mesum di gunung itu salah. Tapi, menurut saya, selimut ditarik paksa, pelakunya dipermalukan, direkam, lalu di-upload ke medsos, itu jauh lebih salah," tandasnya.
Baca Juga: Akun TMC Dituduh Sebar Hoaks Banjir, Polda: Admin Tak Teliti Info Masuk
Sejak dibagikan, cuitan Fiersa telah mendapat 7.4 retweets dan 34,5 ribu likes.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
KPK Dalami Penghasilan Maruf Cahyono di Kasus Dugaan Gratifikasi Pengadaan MPR
-
Gaya Jokowi Berbaju PSI, Mulai Blusukan Tiga Hari di Lampung
-
OTW Lampung Pakai Outfit 'Gajah', PSI Tegaskan Jokowi Tak Lagi di Partai Lama
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan