Suara.com - Pengamat politik Rocky Gerung buka suara terkait Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang sempat melaporkan warganet lantaran melontarkan hinaan kepada dirinya lewat media sosial.
Menurut Rocky, penghinaan atau perundungan merupakan risiko yang harus dihadapi oleh seorang public figure seperti Risma. Namun, masih banyak public fugure yang belum bisa menerima kenyataan itu.
Hal itu disampaikan Rocky Gerung melalui tayangan kanal YouTube Rocky Gerung Official bertajuk "Heboh Risma Penjarakan Netizen, Rocky Gerung: Bu Risma Tidah Bisa Disayang dengan Cara Dikritik", Senin (10/2/2020).
"Seringkali berlebihan, orang tidak bisa bedakan dia public figure. Sekali jadi public figure, seluruh perilakunya itu harus dia biasakan dibully," kata Rocky Gerung.
Ia kemudian mengatakan, Risma menjadi korban perundungan lantaran dirinya juga melakukan hal serupa kepada orang lain. Bahkan tindakan itu tak jarang dilakukan secara berlebihan.
"Jadi dia pasti rentan dibully, apalagi Risma juga suka membully orang kan dengan cara yang kadang kala berlebihan," imbuhnya.
Namun menurut Rocky, "Orang anggap biasa aja, kalau Bu Risma lagi marah-marah, kan nggak ada orang yang marah dimarahi Bu Risma".
Ia lantas menyebutkan perlu adanya keseimbangan antara reaksi masyarakat dan aksi yang dilakukan Risma. Kritik warganet yang dilontarkan kepada Risma mestinya tidak dianggap sebagai serangan secara personal.
"Kalau rakyat marah, kemudian dibuat meme semacam itu, anggap aja itu bukan poin yang personal. Justru karena Bu Risma terlalu dinamis, maka orang anggap berlebihan, sehingga kasih semacam kritik," ungkap Rocky.
Baca Juga: Seharga Motor, Shawl Nagita Slavina Malah Dikira Taplak Meja
Selain itu, Rocky juga memberikan contoh aksi Risma yang dinilai berlebihan yakni saat mengatur lalu lintas. Hal itu dianggap telah mengambil tugas orang lain.
"Menurut saya berlebihan karena artinya mengambil alih tugas orang lain. Tapi Bu Risma bisa bilang, karena anak buah saya malas saya turun ke jalan," kata Rocky.
"Ada hal-hal yang tidak pas. Wali kota harusnya bikin kebijakan," kata Rocky, memungkasi.
Kasus penghinaan Wali Kota Risma
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini melaporkan pemilik akun Facebook bernama Zikria Dzatil yang diduga telah menghina dan melakukan ujaran kebencian terhadapnya.
Zikra dilaporkan setelah mengunggah foto Risma di laman akun Facebook miliknya dengan menambahkan tulisan caption atau keterangan foto yang berbunyi "Anjirrrrr.... Asli ngakak abis...nemu nih foto sang legendaris kodok betina".
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Darurat Korupsi! Golkar Desak Evaluasi Total Rekrutmen Kepala Daerah Usai OTT Beruntun
-
Mulut Dimasukkan Sepatu! Viral Pengakuan Manajer Bank Ngaku Disiksa Atasan
-
Sita 74 Kg Emas dan Valas Rp476 Miliar, Kortas Tipidkor Polri Bongkar Brankas Rahasia di Sentul
-
Gebrakan RUU Sisdiknas: Wajib Belajar Kini 13 Tahun, Termasuk 1 Tahun di PAUD
-
Usai Cafe de'CLAN Signature, Polisi Sita 74 Kg Emas dan Ratusan Miliar Hasil TPPU di Sentul City!
-
Geledah Rumah Mewah di Sentul City Bogor, Polisi Diduga Sita Emas Hingga Mata Uang Asing
-
Rumah Mewah di Sentul City Digeledah Polisi Tengah Malam, Diduga Milik Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Meluas ke 12 Titik! Polisi Geledah Pacific Place hingga Rumah Mewah di Sentul Terkait Kasus TPPU
-
Bahaya State Capture, Pakar Ungkap Cara Militer 'Kuasai' Negara Lewat Jalur Legal
-
Jejak Densus 88 Kuntit Jampidsus di Cafe de'CLAN Signature: Kini Ditemukan Brankas Dolar Rp67 M!