Suara.com - Kabar munculnya virus corona yang kini telah membuat ribuan orang tewas membuat warga dunia cemas. Terlebih lagi jika memiliki keluarga yang berada di lokasi epidemi, Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China.
Seperti yang dialami pasangan Muhammad Cik Anang dan Apriliya. Anaknya yang bernama Yusuf Azhar tengah mengenyam bangku kuliah di Universitas Wuhan.
Anang menceritakan, sampai Wuhan di lockdown 23 Januari lalu, anaknya masih berada di sana. Namun, ia mencoba untuk tidak panik dan terus mengingatkan Yusuf tak putus beribadah.
"Pas tahu merebak virus corona saya bilang anak saya, 'Ibadah, tenang saja'," ujar Anang saat hendak menjemput Yusuf di Bandara Halim Perdanakusuma, Sabtu (15/2/2020).
Ia juga menjalin komunikasi dengan buah hatinya melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp. Tujuannya, agar Yusuf juga ikut tenang dan tidak panik.
Karena semakin lama kabar soal orang yang terjangkit semakin parah, Anang pun tidak panik. Ia mengaku sudah ikhlas jika memang ada kabar buruk yang ia terima.
Bapak empat anak ini meminta tak usah khawatir dengan virus coronanya. Menurutnya tidak ada bedanya penyebab wafatnya seseorang karena virus itu dengan penyebab lainnya.
"Kenapa? Kalau meninggalkan di mana saja tidak masalah. Di Indonesia juga pas banjir banyak yang meninggal. Bukan karena virus, karena tenggelam. Kesetrum. Jadi tenang saja," kata dia.
Mendengar itu, Yusuf juga memberikan jawaban yang melegakannya.
Baca Juga: Kelakar Menteri Airlangga: Izinnya Berbelit-belit, Virus Corona Tak Masuk
Anak keduanya itu optimis situasi di Wuhan akan aman terkendali dalam waktu yang cepat.
"Jadi anak saya bilang, tenang ini nanti kondisinya pulih kembali," tuturnya.
Apriliya juga mengatakan selalu mengirimkan doa untuk keselamatan sang buah hati. Ia sering diceritakan Yusuf soal situasi yang masih aman meski terkadang kekurangan makanan.
"Saya lihat 'ini ma lagi belanja, tapi sedikit. Tapi ya Alhamdulillah sehat. Allah melindungi' Kata saya, salat, mama selalu di sini berdoa juga sama kawan-kawan," pungkasnya.
Kekinian, Yusuf telah dipulangkan kembali ke Jakarta bersama 238 WNI yang lain. Ia telah menyelesaikan masa observasinya di Natuna, Kepulauan Riau selama 14 hari sejak dijemput dari Wuhan.
Berita Terkait
-
Tiba di Halim dari Natuna, Menkes Terawan: 238 WNI dari Wuhan Sehat Semua
-
Tiba di Halim Jemput WNI Eks Wuhan, Menkes: Lunas Saya Jemput-Antar
-
Mendarat di Halim, Menkes Terawan: Saya Bawa Ratusan WNI dari Natuna
-
Seru-Seruan di Platform JOOX Bareng Influencer Sambil Berbagi
-
Gembira Bisa Pulang, Tangis Keluarga Pecah saat Tunggu WNI di Bandara Halim
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
-
Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!
-
Anies Baswedan Beri Restu: Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Apa Langkah Selanjutnya?
-
Terbongkar! Hutan Kota Cawang Jadi Sarang Aktivitas Asusila, Pemkot Gerebek dan Segel Lokasi
-
Tolak Ambang Batas Parlemen, Partai Gerakan Rakyat Usul PT 0 Persen: Jangan Ada Suara Mubazir!