Suara.com - Jagat media sosial dihebohkan dengan video seorang satpam yang bersikap kasar kepada lansia. Disebut-sebut, kejadian itu berlangsung di salah satu bank Malaysia.
Ulah kasar petugas keamanan itu terekam kamera dan videonya viral di media sosial, tak terkecuali di Tanah Air. Salah satunya dibagikan oleh akun Indopostofficial, Minggu (23/2/2020).
Dalam rekaman pendek tersebut, terlihat seorang satpam tiba-tiba menendang barang bawaan laki-laki tua yang memakai baju koko, keluar ruangan.
Satpam tersebut kemudian mengulangi ulahnya, hingga barang-barang milik laki-laki tua yang berada dalam keranjang berceceran di area pintu.
Akibat kejadian tersebut, laki-laki tua pun meradang. Ia memasang kuda-kuda dengan posisi tangan di depan, seperti orang hendak mengajak berkelahi dengan satpam.
Namun tangannya ditangkis oleh satpam. Sebagai balasan, petugas keamanan itupun justru terlihat mengarahkan tanggannya ke wajah laki-laki tua tersebut sambil memberi ancaman.
Insiden tak ayal menuai perhatian warganet, meski tidak diketahui penyebab pastinya. Banyak warganet yang mengecam aksi kasar satpam tersebut, dibuktikan dengan komentar di bawah ini.
"Pecattttt aja nggak pantes banget kelakuannnya," kata @penikmat_takdir123.
"Kelakuan tahu bulat yang digoreng dadakan tu memang begitu," kata @maiiyia.
"Dah beng*** mukanya, songong lagi kelakuannya. Duhh," tulis @annelliez.
Baca Juga: Chic Abis, Begini Gaya IU di Show Gucci Milan Fashion Week
Satpam minta maaf
Tak lama setelah video itu menjadi perbincangan, beredar video baru yang menampilkan wajah sang satpam.
Ia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga Malaysia, lantaran telah membuah kegaduhan dengan aksinya bertindak kasar kepada orang tua.
"Saya yang tadi buat ribut-ribut ini, hari ini saya memohon maaf kepada seluruh rakyat Malaysia, seluruh jamaah-jamaah yang ada di Malaysia, saya mohon ampun dan maaf," ungkapnya.
Hingga kekinian, video tersebut menuai sorotan warganet.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Beda dari NasDem, Golkar Usul Parliamentary Threshold 5 Persen: Moderat dan Tetap Representatif
-
Pasukan Banser Kawal Ketat Sidang Praperadilan Eks Menag Yaqut di PN Jaksel
-
Gus Ipul Ajak Kepala Daerah Kawal Akurasi Data Penerima Bansos dari Tingkat Desa
-
Microsleep Picu Tabrakan Dua Bus Transjakarta di Koridor 13, Pramono Minta Operator Disanksi
-
Aktivis UNY Perdana Arie Resmi Bebas dari Lapas Cebongan, Tegaskan Tetap Suarakan Keadilan
-
KPK Tak Hadir hingga Sidang Praperadilan Gus Yaqut Ditunda, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
Pramono Stop Izin Bangun Lapangan Padel di Pemukiman, yang Sudah Buka Operasional Sampai Jam 20.00
-
Sidang Praperadilan Perdana Gus Yaqut Digelar, KPK Absen dan Ajukan Penundaan Sidang
-
Aksi Koboi Curanmor Jakbar Berakhir di Cikupa, Polisi Sita Senjata Api Rakitan dan Peluru Tajam
-
PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru