Permintaan evakuasi, puncak kekhawatiran kru
Permohonan evakuasi secepatnya melalui video merupakan puncak kekhawatiran kru kapal asal Indonesia, yang sudah mulai dirasakan sejak status kapal dinyatakan "dikarantina".
Kekhawatiran kru dari atas kapal pertama kali disampaikan Sasa kepada ABC Indonesia, Kamis dua pekan lalu (13/02).
"Kami para WNI ini harus bekerja di lingkungan orang-orang yang [berpotensi] positif terinfeksi Corona," katanya.
"Bahkan setelah orang-orang yang terinfeksi dipindahkan ke rumah sakit, kita masih belum tahu apakah penumpang yang lain atau kru yang belum diperiksa kesehatannya, betul-betul sehat atau tidak," ujar Sasa.
Keterangan ini disampaikan sehari setelah Kemenkes RI menyatakan seluruh kru telah melewati masa observasi dan "dinyatakan negatif".
Padahal pernyataan yang disampaikan Direktur Pemantauan dan Karantina Kesehatan Kemenkes RI, Vensya Sitohang saat itu disampaikan sebelum 14 hari genap masa inkubasi.
Saat itu kru kapal juga mengaku belum pernah dites dan mengaku masih bekerja lebih dari 10 jam sehari.
Kesehatan kru dites baru akhir pekan lalu
Baca Juga: Pemerintah Belum Bisa Jemput WNI Terjebak Virus Corona di Diamond Princess
Mereka akhirnya baru dites dengan metode 'swab' hari Kamis (20/02) dan Jumat (21/02) pekan lalu, seperti yang diceritakan Sasa.
Tes dilakukan setelah ada 3 kru kapal asal Indonesia yang terkonfirmasi positif corona, dan setelah penumpang selesai dikarantina.
Dalam video yang dikirim Minggu (23/2), perwakilan kru mengaku seluruh kru sebanyak 74 orang sudah dites dan hasilnya negatif.
Sementara empat kru kapal Indonesia telah dinyatakan positif corona, kini sudah dirawat di rumah sakit di Jepang.
Untuk itulah mereka meminta agar kru asal Indonesia segera dievakuasi sebelum mereka terjangkit virus corona.
Badan Kesehatan Dunia, WHO, mengatakan lebih dari setengah kasus corona di luar China terjadi di kapal pesiar Diamond Princess.
Berita Terkait
-
Pemerintah Belum Bisa Jemput WNI Terjebak Virus Corona di Diamond Princess
-
Update Corona Covid-19: Korban Tewas Capai 2.471 Jiwa, 78.999 Terinfeksi
-
Mau Dievakuasi via Laut, Kegusaran WNI di Kapal Diamond Princess
-
Setelah Diamond Princess, Kapal Pesiar World Dream Juga Diintai Covid-19?
-
Wacana Pemulangan 74 WNI di Diamond Princess, Diobservasi di Natuna Lagi?
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
Pilihan
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
Terkini
-
Nyoman Parta: Serangan Air Keras ke Aktivis HAM Alarm Bahaya bagi Demokrasi
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Resmikan Taman Bendera Pusaka, Pramono Anung Janjikan RTH Jakarta Akan Bening Seperti di Korea
-
Anies Baswedan Tulis Surat Menyentuh untuk Aktivis KontraS Korban Penyiraman Air Keras
-
Jelang Idulfitri, KPK Ingatkan ASN Tolak Gratifikasi dan Dilarang Mudik Pakai Mobil Dinas
-
Bantargebang Sudah Sesak, DPRD DKI Minta Pasar Jaya Percepat Pengolahan Sampah Mandiri
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta dalam OTT Bupati Cilacap
-
Dubes Iran dan Anak-anak Indonesia Gelar Doa, Kenang 175 Siswi SD Minab yang Dibom Israel-AS
-
Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel