News / Internasional
Senin, 24 Februari 2020 | 14:03 WIB
WNI Kru Diamond Princess mengirimkan pesan video kepada Presiden Joko Widodo melalui ABC Indonesia, Minggu (23/02). [ABC Indonesia/Supplied:Sasa]

Permintaan evakuasi, puncak kekhawatiran kru

Permohonan evakuasi secepatnya melalui video merupakan puncak kekhawatiran kru kapal asal Indonesia, yang sudah mulai dirasakan sejak status kapal dinyatakan "dikarantina".

Kekhawatiran kru dari atas kapal pertama kali disampaikan Sasa kepada ABC Indonesia, Kamis dua pekan lalu (13/02).

WNI Kru Diamond Princess mengirimkan pesan video kepada Presiden Joko Widodo melalui ABC Indonesia, Minggu (23/02). [ABC Indonesia/Supplied:Sasa]

"Kami para WNI ini harus bekerja di lingkungan orang-orang yang [berpotensi] positif terinfeksi Corona," katanya.

"Bahkan setelah orang-orang yang terinfeksi dipindahkan ke rumah sakit, kita masih belum tahu apakah penumpang yang lain atau kru yang belum diperiksa kesehatannya, betul-betul sehat atau tidak," ujar Sasa.

Keterangan ini disampaikan sehari setelah Kemenkes RI menyatakan seluruh kru telah melewati masa observasi dan "dinyatakan negatif".

Padahal pernyataan yang disampaikan Direktur Pemantauan dan Karantina Kesehatan Kemenkes RI, Vensya Sitohang saat itu disampaikan sebelum 14 hari genap masa inkubasi.

Saat itu kru kapal juga mengaku belum pernah dites dan mengaku masih bekerja lebih dari 10 jam sehari.

Kesehatan kru dites baru akhir pekan lalu

Baca Juga: Pemerintah Belum Bisa Jemput WNI Terjebak Virus Corona di Diamond Princess

Mereka akhirnya baru dites dengan metode 'swab' hari Kamis (20/02) dan Jumat (21/02) pekan lalu, seperti yang diceritakan Sasa.

Tes dilakukan setelah ada 3 kru kapal asal Indonesia yang terkonfirmasi positif corona, dan setelah penumpang selesai dikarantina.

Dalam video yang dikirim Minggu (23/2), perwakilan kru mengaku seluruh kru sebanyak 74 orang sudah dites dan hasilnya negatif.

Sementara empat kru kapal Indonesia telah dinyatakan positif corona, kini sudah dirawat di rumah sakit di Jepang.

Untuk itulah mereka meminta agar kru asal Indonesia segera dievakuasi sebelum mereka terjangkit virus corona.

Badan Kesehatan Dunia, WHO, mengatakan lebih dari setengah kasus corona di luar China terjadi di kapal pesiar Diamond Princess.

Opsi pemulangan akan diputuskan besok

Terkait opsi evakuasi bagi kru kapal asal Indonesia di kapal Diamond Princess, Pemerintah Indonesia akan memberi keputusan Selasa besok (25/02).

"Rencananya Selasa pekan depan akan ada rapat untuk membahas pemulangan WNI yang berada di kapal pesiar Diamond Proncess menggunakan apa," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Rancaekek, Jawa Barat.

Selain melalui jalur laut dengan menggunakan KRI Dr Soeharso, pemerintah juga sedang mempertimbangkan pilihan alternatif evakuasi lainnya, seperti menggunakan pesawat terbang.

Hingga saat ini belum diputuskan pilihan mana yang akan diambil pemerintah dan kru kapal asal Indonesia masih terus menanti kabarnya.

"Oleh sebab itu, rencananya Selasa akan dirapatkan untuk memutuskan apakah menggunakan jalur laut atau udara," jelas Menhub.

ABC juga menemukan pihak otoritas kesehatan di Jepang saat itu tidak melakukan tes kepada semua orang di kapal pesiar.

Fasilitas pemerintah Jepang hanya dapat melakukan tes 300 sampel setiap harinya, sehingga akan sulit dengan total 3.600 orang yang berada di atas kapal.

Dua penumpang, berusia 80 tahun, meninggal akibat virus corona, seperti yang dilaporkan media Jepang NHK.

Load More