Suara.com - Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais meminta pemerintah menunda pengesahan kepengurusan baru partai yang saat ini berada di bawah Ketua Umum Zulkifli Hasan.
Menanggapi pernyataan Amien Rais, Politikus PAN Yandri Susanto menyerahkan sepenuhnya kepada Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. Sebab, menurutnya keputusan disahkan atau tidaknya kepengurusan partai berlambang matahari tersebut bakal dilakukan oleh Kementerian Hukum dan HAM.
"Ya itu kan wewenang Pak Yasonna," kata Yandri di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada Kamis (27/2/2020).
Dikemukakan Yandi, PAN sampai saat ini belum melaporkan susunan kepengurusan baru kepada Kemenkumham. Terkait waktunya, Yandri mengaku tidak mengetahui. Namun, Ia mengaku hanya diminta Zulkifli Hasan untuk menginventarisasi nama-nama kader yang pantas untuk mengisi jabatan di PAN.
Adapun batas waktu untuk menyerahkan susunan kepengurusan, kata Yandri, yakni 30 hari setelah pelaksanaan kongres atau paling lambat pada 13 Maret 2020.
"Ada 30 hari, jadi Bang Zul diberi waktu 30 hari. Tugas kita kan sudah selesai mengasihkan nama-nama kebutuhannya sekitar mungkin 50 orang tapi kita kasih slot yang kita serahkan ke Bang Zul kemarin itu ada 65 atau 68 orang gitu," ujar Yandri.
"Jadi biar saja dia yang menyeleksi kan, kita enggak terjangkau lagi. Siapa mau jadi apa? Di posisi mana? Saya enggak tahu. Kapan mau diantar, kapan ditandatangan saya juga gak tahu," sambungnya.
Sebelumnya, Amien Rais meminta pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM tidak mengesahkan terlebih dahulu kepenguruan baru PAN di bawah Ketua Umum Zulkifli Hasan usai menang kongres.
Hal itu disampaikan Amien melalui video yang diunggahnya di akun Instagram @amienraisofficial. Sebelumnya, Amien juga menilai ada kejanggalan dalam pelaksanaan kongres PAN di Kendari, Sulawesi Tenggara.
Baca Juga: Amien Rais: Pemerintah Jangan Sahkan Pengurus PAN Hasil Kongres Teroris
"Jadi karena itu, saya minta pemerintah yang berwenang jangan dulu mengesahkan hasil kongres nasional PAN yang demikian gawat. Maaf, memalukan, membuat aib demokrasi. Maaf, maaf, maaf," ujar Amien seperti dikutip dari videonya, Kamis (27/2/2020).
Amien memiliki alasan mendasar, meminta agar pemerintah nantinya tidak mengesahkan kepengurusan PAN. Amien mengatakan, tidak ingin PAN menjadi partai ugal-ugalan lantaran proses pemilihan ketua umum melalui kongres yang ricuh.
"Saya pendiri utama PAN, dalam hati betul-betul menangis. Bagaimana PAN yang saya dirikan dengan teman-teman yang progresif dulu berakhir menjadi sebuah partai ugal-ugalan," kata Amien.
"Jadi ini saya betul marah ikhlas, saya tidak marah emosional, tapi harus diperbaiki. Dan karena itu, jangan disahkan dulu karena segera kami ada tim yang sudah memberi tahu saya membawa sebuah bukti yang cukup lengkap bagaimana yang sesungguhnya terjadi apa yang terjadi pada kongres Kendari yang kelima itu," tuturnya.
Berita Terkait
-
Amien Rais: Pemerintah Jangan Sahkan Pengurus PAN Hasil Kongres Teroris
-
Kongres PAN Ricuh, Amien Rais: Bikin Malu, Sajikan Demokrasi Jadi-jadian
-
Kongres PAN di Kendari Ricuh, Amien Rais: Partai Saya Buruk
-
PAN: Posisi Amien Rais Tertinggi, Tak Akan Tergantikan
-
Politisi PAN Lamar Anak Bupati, Maharnya Tanah 12,5 Hektare Penuh Nikel
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Mantri BRI di Sumatera Utara Ini Tak Gentar Lumpur dan Sinyal Demi Majukan UMKM Desa
-
Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Turun Tipis Jadi Rp2.633.000/Gram
-
Ini Dedikasi Mantri BRI di Sumatera Utara: Menembus Batas Pelosok Demi UMKM Naik Kelas
-
Mengenal Apa Itu Museum Date, Kencan Elegan ala Ayu Ting Ting dan Kevin Gusnadi
-
Spanyol Sudah di Final, Siapa Kini Favorit Juara Piala Dunia 2026?
-
5 Cara Memilih Bedak yang Tepat untuk Kulit Kombinasi, Makeup Tetap Segar dan Bebas Cakey
-
Lawan Isu 'Dalang Kerusuhan' Demo Agustus, PDIP Gugat Zulfan Lindan dan Total Politik ke PN Jaksel
-
Mengubah Hidup Keluarga, Misi Mulia Mantri BRI di Pelosok Sumatera Utara
-
IHSG Lanjutkan Tren Positif di Awal Perdagangan, RANS Masih Diburu
-
Siap-siap BBM Naik Lagi, Harga Minyak Dunia Telah Melonjak 4 Hari