Suara.com - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan Satuan Polisi Perairan (Sat Polair) akan mensterilkan perairan Pulau Sebaru Kecil yang menjadi Ring 2 wilayah observasi 188 WNI ABK World Dream.
"Pengamanan pada Ring 1 dan Ring 2. Ring 1 di sekitar pulau, laut Ring 2 nanti dijaga Pasukan Katak dan Polair,” kata Panglima TNI di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Kamis.
Tim Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) yang terdiri dari TNI, Polri, BNPB, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Luar Negeri berjumlah 763 personel menyiapkan wilayah observasi di Ring 2.
"Termasuk dapur umum tidak masuk di Ring 1, melainkan Ring 2 sehingga akan menjadi lebih steril di sana,” kata Panglima TNI.
Selama masa observasi 14 hari, ia mengatakan nelayan juga diimbau tidak mendekati pulau. Sat Polair juga telah menyampaikan kepada nelayan sekitar, dan Bupati juga sudah menyampaikan agar masyarakat paham dan menerima pelaksanaan protokol kesehatan Badan Kesehatan Dunia (WHO) tersebut untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Sementara itu, Kapolri Jenderal (Pol) Idham Azis mengatakan di Ring 2 aktivitas warga dijaga. Perlu pula berterima kasih pada Pemda, Bupati hingga Forum Koordinasi Pemerintah Daerah (Forkompinda) Kepulauan Seribu yang mau menerima WNI ABK World Dream.
Dengan demikian TNI, Polri dan seluruh masyarakat akan bekerja sama menjaga sampai masa observasi selesai.
Bupati Kepulauan Seribu Husein Murad mengatakan sudah mensosialisasikan pelaksanaan observasi itu kepada masyarakat. Warga sudah memahami ini untuk kepentingan bersama dan warga negara. “Yang dibawa ke sini kan yang sehat,” ujar dia. (Antara)
Baca Juga: Panglima TNI Sebut Persiapan Karantina di Pulau Sebaru Sudah 85 Persen
Tag
Berita Terkait
-
WNI dari Kapal World Dream Diperkirakan Tiba di Pulau Sebaru Esok Hari
-
Mengintip Isi Pulau Sebaru yang Menjadi Pusat Karantina Virus Corona
-
Lokasi Karantina WNI di Pulau Sebaru Disebut Lebih Bagus Ketimbang Natuna
-
188 WNI ABK Kapal World Dream Dikarantina di Pulau Milik Tomy Winata
-
Persiapan BNPB soal Observasi Virus Corona di Pulau Sebaru
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!