Suara.com - Amigos Resto, Kemang Villas Club, Jakarta Selatan, mulai diperiksa oleh petugas dinas kesehatan untuk disterilisasi dari dugaan virus corona atau COVID-19. Cafe ini diduga sebagai lokasi warga negara Indonesia berusia 31 terpapar virus corona.
Pantauan Suara.com, dua petugas dibalut alat pelindung diri (APD) berwarna putih memasuki Amigos Resto sekitar pukul 13.20 WIB.
Sekitar 30 pegawai dan manajemen Amigos Resto tetap di dalam untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. Awak media tidak diperkenankan meliput proses sterilisasi.
Sementara, petugas kepolisian berjaga di depan pintu resto selama proses sterilisasi berlangsung.
Untuk diketahui, Amigos Resto sendiri telah ditutup oleh pengelolanya selama 14 hari sebagai tindak lanjut, hari ini petugas Kepolisian dan Satpol-PP juga tengah berada di dalam Amigos Resto.
Pendiri Amigos, Mulles Ron mengatakan petugas dinas kesehatan tengah berjalan menuju resto miliknya untuk melakukan sterilisasi.
"Ini masih menunggu dinkes, kita (sudah) cek karyawan kita semua di Amigos dan kita panggil perusahaan dari luar untuk membersihkan sanitasi, semua AC, semua lokasinya melalui fogging," kata Mulles di Amigos Resto, Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2020).
Mulles menyebut, hingga saat ini sebanyak 30 pegawainya tidak ada yang menujukkan gejala virus corona, Dia menyampaikan bahwa setiap bulan pihaknya juga rutin melakukan pengecekan kesehatan terhadap seluruh karyawan.
Dia menambahkan, penutupan cafenya untuk sementara waktu merupakan inisiatif dari manajemen Amigos sebagai upaya melindungi usahanya dari isu virus corona.
Baca Juga: Sakit Sepulang dari Negara Terjangkit Corona, RSPI Tangani 4 Pasien Baru
"Walaupun kita belum dapat info dari pemerintah kita akan tutup amigos selama dua minggu supaya betul-betul itu virus enggak ada case of the virus, kita ambil tindakan itu sendiri," kata Mulles.
Seperti diberitakan sebelumnya, dua WNI dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Keduanya yang merupakan warga Depok, Jawa Barat saat ini dirawat di ruang isolasi di RSPI Dr Sulianti Saroso, Jakarta.
Kedua WNI yang terinfeksi adalah seorang ibu berusia 64 tahun dan anaknya berusia 31 tahun.
Infeksi tersebut berawal saat sang anak yang merupakan guru dansa mengikuti pertemuan klub dansa di salah satu klub di Jakarta.
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan, saat itu pasien menghadiri acara klub dansa yang dihadiri oleh peserta internasional pada 14 Februari 2020 atau bertepatan dengan perayaan Hari Valentine.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?
-
Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah
-
BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar
-
LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi
-
Dikritik Bakal Ancam Demokrasi, DPN Disebut Perlu Reformasi Struktural
-
JPU KPK Tegaskan Tak Boleh Ada Intervensi di Sidang Kasus Suap Bea Cukai
-
Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Fasilitasi Rehabilitasi 50 Korban