Suara.com - Seorang pasien virus corona nekat kabur dari rumah sakit di Kota Wuhan, China. Ia sempat merekam aksinya setelah menyelinap keluar dari rumah sakit dan berjalan-jalan di Kota Wuhan.
Dialihbahasakan dari Daily Mail, Selasa (3/3/2020), pria berusia 59 tahun itu memamerkan kebebasannya dalam video yang viral di media sosial.
Ia menyebut mengasingkan diri setelah mewabahnya virus corona adalah hal bodoh dan sikap takut kematian.
Dalam cuplikan video yang dirilis surat kabar pemerintahan China, Global Times, tampak pria bernama Li Jun itu mengambil kesempatan saat perawat rumah sakit sibuk.
Ia meninggalkan lokasi karantina untuk membeli sebotol desinfektan dan berjalan-jalan sebentar di jalanan Kota Wuhan yang tampak kosong.
"Lihat ini, ada mobil-mobil dan orang. Kamu melihatnya? Orang-orang bisa keluar dan berjalan sesuka hati. (Pihak berwenang) telah membuatmu seperti orang bodoh di rumah. (Kamu) takut mati," kata Li Jun dalam video.
Dalam video tersebut, Li Jun juga sempat duduk santai di plaza. Ia mengaku akan kembali ke rumah sakit saat waktu makan malam tiba.
Li Jun dinyatakan positif terinfeksi virus mematikan tersebut pada 16 Februari 2020. Dua hari setelah dirawat di rumah sakit khusus virus corona nomor 3, Li Jun diam-diam meninggalkan rumah sakit.
Ia berdalih kelua untuk membeli barang keperluan seperti obat dan desinfektan karena keluarganya tidak ada yang datang untuk mengantarkan barang keperluannya.
Baca Juga: Bupati Banyumas Umumkan Warganya Diduga Terinfeksi Virus Corona
Setelah kembali ke rumah sakit dan videonya viral, Li Jun membuat video permintaan maaf.
Ia mengakui sikapnya tersebut adalah sebuah kesalahan besar dan bersedia mendapatkan hukuman.
"Saya menyesal telah mengecewakan pemerintah dan dokter yang merawat saya, merusak reputasi Wuhan. Dengan tulus saya meminta maaf kepada semua orang. Saya bersedia menerima hukuman berat setelah proses pemulihan," ungkapnya.
Pihak rumah sakit juga menyampaikan permohonan maaf atas kaburnya Li Jun. Rumah sakit berjanji untuk memperkuat keamanan rumah sakit mereka.
Berada di Luar Rumah Akan Dihukum
Pihak berwenang di Provinsi Hubei, China menetapkan aturan untuk membawa orang-orang yang ditemukan berjalan di luar rumah tanpa alasan. Mereka akan dibawa ke 'kamp pendidikan ulang', menurut laporan.
Berita Terkait
-
Rugi Sejak Diduga Jadi Lokasi Penular Virus Corona, Amigos Tutup 2 Minggu
-
Dua Warga Depok Positif Corona, Permintaan Alkohol di Kota Bogor Naik Tajam
-
Khawatir Virus Corona, Twitter Perintahkan Karyawan Kerja dari Rumah
-
Bupati Banyumas Umumkan Warganya Diduga Terinfeksi Virus Corona
-
Terkait Pesan Berantai Diduga Pasien Covid-19, Ini Jawaban Kemenkes
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat