Suara.com - Suami, I Ketut Gede Arisata (23), didakwa menusuk istrinya, Ni Gusti Ayu S, hingga tewas bersimbah darah di kamar kos di Denpasar Barat, pada 17 Oktober 2019 silam.
Seperti dikutip dari Beritabali.com--jaringan Suara.com--, kasus pembunuhan istri yang dilakukan suaminya mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali, pada Senin (24/2).
Terdakwa I Ketut Gede Arisata nampak tenang saat didudukkan di muka sidang yang diketuai hakim Esthar Oktavi,SH.MH di ruang sidang Kartika.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Cokorda Intan Merlany Dewie,SH dalam dakwaannya membeberkan awal terdakwa melakukan tindakan brutal menghabisi istri yang hubungannya sudah tidak harmonis lagi.
Peristiwa itu berawal saat terdakwa datang ke rumah kos korban di Jalan Gunung Sanghyang 124, Padangsambian, Denpasar Barat, Kamis (17/10/2019) sekitar pukul 01.30 WITA.
Pintu kamar kos saat itu tertutup dan terkunci. Terdakwa lalu mendobrak pintu. Ketika itu, terdakwa bertanya kepada korban tentang postingan yang ditulis korban di Facebook.
"Terdakwa bertanya mengapa korban memblokir WA dan Facebook terdakwa, saat itu korban menjawab dengan kata-kata, "saya sudah tidak ada sangkut paut lagi dengan kamu," sebut jaksa dalam dakwaan.
Jawaban korban memicu adu mulut. Saat itu korban hendak keluar dari kamar. Tapi, karena sangat emosi, terdakwa mengeluarkan pisau kecil sepanjang kurang lebih 15 sentimeter dengan gagang kayu dari dalam tas terdakwa.
Terdakwa langsung menusuk punggung korban sebanyak dua kali sehingga korban jatuh tersungkur bersimbah darah. Setelah menusuk, terdakwa pergi meninggalkan korban serta mengunci pintu kamar kos dari luar.
Baca Juga: Pria Tusuk Wanita Pakai Jarum Suntik, Diduga Berisi Cairan Sperma
Tetangga korban yang mengetahui kejadian itu berusaha menyelamatkan korban. Namun sayangnya korban sudah tak bernyawa saat menjalani perawatan di RSUP Sanglah Denpasar.
"Perbuatan terdakwa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf a dan dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada Ayat ( 2) mengakibatkan matinya korban Ni Gusti Ayu Seriasih," terang jaksa dari Kejari Denpasar.
Berita Terkait
-
Ridwan Kamil Larang Sekolah Studi Banding ke Bali karena Takut Corona
-
Pulang dari Bali, 1 Penumpang Malindo Air asal Autralia Positif Corona
-
Pamer Kelamin di Jalan, Pemotor Misterius Panggil Emak-emak Sembari Onani
-
Hasil Liga 1 2020: Bali United Gagal Bongkar Pertahanan Berlapis Persita
-
Jadwal Liga 1 Hari Ini: Persija Ditantang Borneo, Persib Menjamu Persela
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat