Suara.com - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD telah melakukan pertemuan dengan Kepala Bareskrim Polri Komisaris Jenderal Listyo Sigit di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2020). Dalam pertemuan itu, Mahfud mengaku memberikan ultimate terkait penegakkan hukum.
Saat bertemu Listyo, Mahfud menyampaikan pesan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) yakni penegakkan hukum tidak boleh dipengaruhi oleh situasi politik apapun. Ia mencontohkan apabila ada kepala daerah yang terseret kasus korupsi namun karena situasi politik di daerahnya tengah memanas, maka kasusnya malah dihentikan sementara prosesnya. Hal tersebut yang menurutnya tidak perlu dilakukan.
"Misalnya di daerah tertentu ada bupati korupsi, lalu untuk meredam situasi politik didiamkan dulu atau pernah ada situasi politik tertentu didiamkan dulu itu tidak boleh, harus tetap jalan sesuai dengan aturan-aturan," kata Mahfud.
Meski demikian, Mahfud tidak merinci apakah dalam pertemuan itu juga membahas soal pelanggaran hukum di Papua. Namun, ia menuturkan bahwa yang dibahas ialah penegakkan hukum.
"Tapi yang menyangkut Papua tadi memang saya sebut misalnya dugaan korupsi, berdasar temuan BPK ada laporan-laporan masyarakat yang terjadi di Papua itu supaya tidak terpengaruh oleh isu orang mau merdeka," ujarnya.
"Jadi jangan karena nanti ini kalau ditindak lalu mereka mau menggelorakan Papua merdeka. Itu soal lain ada penanganan sendiri hukumnya itu, jangan terpengaruh itu," Mahfud menambahkan.
Pesan Mahfud kepada Listyo tersebut juga karena berlandaskan aspirasi masyarakat Papua kepadanya.
Aspirasi itu diantaranya banyak pejabat-pejabat di Papua yang tersandung kasus korupsi dan mereka berharap prosesnya tidak berhenti begitu saja dan hanya karena melihat situasi sosial dan politik.
Baca Juga: KPK Duga Aliran Suap Eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan dari Papua Barat
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Oditur Militer akan Sambangi Andrie Yunus di RSCM?
-
Sinergi Kemensos Bersama BPS dan DEN Perkuat Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN
-
Kebijakan Libur Sekolah Lebih Awal Saat Piala Dunia 2026 di Meksiko Tuai Protes Keras Orang Tua
-
Fatma Saifullah Yusuf Ajak Siswa SRMA 21 Surabaya Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying
-
Parigi Moutong Siapkan Lahan 9,2 Hektare untuk Sekolah Rakyat Permanen
-
DWP Kemensos Gaungkan Kampanye Anti Bullying Remaja Berkarakter dan Berempati di SRMA 13 Bekasi
-
Alarm Demoralisasi Jaksa: PAM SDO Kejagung Diminta Tak Asal 'Sikat' Tanpa Bukti
-
Pakar Sebut Parpol Pamer Kesetiaan ke Prabowo Cuma Kedok: Haus Kekuasaan Demi Modal Finansial
-
Misteri 'Kamar Khusus' dan Keterlibatan Pendukung Ashari dalam Kasus Kekerasan Seksual Santri Pati
-
Cuaca Buruk Hantui Piala Dunia 2026: Panas Terik, Badai Petir Hingga Kualitas Udara Buruk