News / Nasional
Selasa, 03 Maret 2020 | 20:03 WIB
Menkopolhukam Mahfud MD. - (SuaraJogja.id/Mutiara Rizka)

Suara.com - Lima warga negara Indonesia sudah sebulan terakhir diculik gerombolan teroris Filipina Abu Sayyaf. Mereka meminta Rp 8,4 miliar sebagai uang tebusan.

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud Md mengakui baru mengetahui informasi tersebut.

"Saya baru membacanya di media massa, Rp 8,4 miliar ya. Saya belum membicarakannya,” kata Mahfud, Selasa (3/3/2020).

Namun, setelah mendapatkan informasi itu, Mahfud akan melakukan pembahasan terkait penculikan tersebut dengan Kementerian Luar Negeri.

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri, sudah bekerja sama dengan pemerintah Filipina untuk membebaskan kelima WNI tersebut.

Pelaksana Tugas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah, mengatakan akan melakukan segala upaya untuk membebaskan lima WNI tersebut.

“Utamanya melalui kerja sama dengan Filipina,” kata Faizasyah dalam gelaran press briefing Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta, Senin (27/1/2020).

Load More