Suara.com - Dalam sebuah lingkaran pertemanan atau kolega, jenis orang yang mungkin paling dihindari adalah psikopat. Melansir dari Psychologytoday, 1 dari 100 orang adalah seorang psikopat dan itu bisa saja ada di sekitar Anda.
"Ketika kita memikirkan kata psikopat, yang biasanya muncul di benak kita adalah penggambaran media tentang pembunuh gila, padahal kebanyakn psikopat awalnya tidak membuuh," tulis Profesor psikologi dan penulis Melissa Burket, Ph.D dalam Psychologytoday.
"Tapi ketika belum melakukan pembunuhan, mereka akan lebih sulit dikenali," tambahnya
Untuk mengenalinya lebih cepat, Melissa berbagai tiga ciri penting seseorang yang punya kecenderungan psikopat.
1. Machiavellianism
Orang-orang yang disebut Machiavellianism adalah mereka yang bermuka dua, licik, dan manipulatif. Mereka menempatkan apa yang diinginkan menjadi lebih penting daripada kemenangan, uang, maupun kekuataan.
Mereka dengan mudah mengabaikan aturan moral dan sosial, kemudian berbohong kepada orang lain hingga melakukan hal manipulatif tanpa rasa bersalah.
Aksi manipulatif mereka terkadang dilakukan untuk keuntungan pribadi, namun juga sering kali hanya untuk rasa puas semata. Mereka memiliki dorongan memanipulasi sesuatu dari diri mereka tanpa bisa mengontrolnya.
Mereka suka menipu, berbohong, pura-pura ditindas, pura-pura lemah, dan menyukai pujian. Karena mereka suka memanipulasi, orang-orang psikopat malah cenderung disenangi karena terlihat baik-baik saja. Ada waktu orang-orang psikopat menampilkan wajah empatik, namun ekspresi itu akan segera berubah.
Baca Juga: 5 Tempat Belanja Murah di Jogja, Anak Kos Wajib Tahu!
2. Nurani dan Empati Rendah
Orang biasa akan merasa ingin menolong ketika melihat orang jatuh. Namun, tidak untuk orang-orang psikopat, emosi mereka sangat rendah.
Orang psikopat biasanya sulit mendapatkan rasa bersalah, menyesal, simpati, hingga rasa kasihan.
Rendahnya emosi ini yang membuat mereka melakukan hal-hal kejam. Psikopat tidak memiliki pedal rem menghentikan aksi kejam mereka. Jika mereka ingin melakukannya, mereka akan benar-benar melakukannya.
"Bertindaklah dulu, pikirkan nanti, salah satu mantra psikopat," tulis Melisa.
Orang psikopat memang kurang bisa membedakan benar dan salah, atau empati terhadap apa yang dia lalui. Namun, mereka memiliki sifat yang penuh perhitungan dan pragmatis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
BPKP Tegaskan Kerugian Rp1,5 T Kasus Korupsi Chromebook Nyata, Ini Penjelasannya
-
Tiba Besok di Halim, Jenazah Kopda Farizal Rhomadhon Bakal Disambut Upacara Nasional Pimpinan TNI
-
Tragedi Maut di Basement TB Simatupang: Niat Tolong Rekan, 4 Pekerja Tewas Terjebak Gas Beracun
-
Kecelakaan Maut di Kalideres: Ani Maryati Meninggal Dunia Usai Tersenggol Iring-iring Truk TNI
-
Bukan Sekadar Isu! Said Didu Bongkar Alasan JK Khawatir Indonesia Chaos Juli-Agustus Mendatang
-
Kader Demokrat Dilaporkan ke Kemen PPA Atas Tuduhan Kekerasan Psikis ke Istri dan Penelantaran Anak
-
BNI Tambah Fitur Keamanan, Aplikasi wondr Tak Bisa Diakses Saat Ada Panggilan Masuk
-
'Mirip Nazi!' Wakil Ketua MPR Kecam Keras UU Hukuman Mati Israel bagi Tawanan Palestina
-
Gara-gara Bak Sampah dan Tatapan Sinis, Eks Ojol di Bekasi Sewa Orang Siram Tetangga Pakai Air Keras
-
Dude Herlino dan Alyssa Soebandono Diperiksa Bareskrim Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun, Ini Faktanya