Suara.com - Petinggi Partai Demokratik Italia, Nicola Zingaretti, dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Dia menjadi politikus terkemuka Italia yang pertama terinfeksi Covid-19.
Kabar yang beredar Sabtu (7/3) tersebut muncul di tengah kekhawatiran bahwa kebijakan pengendalian pemerintah tidak berhasil mencegah penyebaran virus dari Italia utara.
Warga Italia semakin kecewa ketika mengetahui dari Badan Perlindungan Sipil bahwa jumlah kematian akibat virus corona telah melonjak.
Menurut berbagai laporan, dengan meningkatnya kasus yang dikonfirmasi, pemerintah Italia akan secara drastis memperluas larangan keluar masuk beberapa wilayah tertentu.
Kekinian, larangan keluar masuk diterapkan di 11 kota di utara. Sebuah rancangan dekrit, yang belum disetujui pemerintah, akan memperluas larangan itu ke seluruh wilayah Lombardy dan 11 provinsi di wilayah di dekatnya.
Menurut laporan media Italia, larangan keluar-masuk itu akan berlaku untuk Milan dan Venice hingga 3 April.
Belum jelas kapan larangan itu akan dimulai, tetapi surat kabar Corriere Della Sera mengatakan akan diberlakukan “segera.”
Zingaretti mengumumkan dia positif mengidap COVID-19 lewat sebuah video yang diunggah ke laman Facebook-nya.
“Saya juga mengidap virus corona,” kata Zingaretti.
Baca Juga: Tersorot Lampu Putih Mobil di Jalan Palagan, Alissa Wahid: Silau dan Bahaya
“Saya baik-baik saja, maka itu saya dikarantina di rumah. Dari sini, saya akan terus melakukan apa yang bisa saya lakukan. Keluarga saya juga mengikuti protokol, dan ASL (otoritas kesehatan setempat) menghubungi orang-orang yang pernah melakukan kontak dekat dengan saya dalam beberapa hari belakangan untuk melakukan pengecekan. Saya selalu mengatakan ‘jangan panik’ dan bahwa kita akan melawan penyakit ini,” kata Zingaretti menambahkan.
Partai Demokratik berkuasa di Italia dalam sebuah pemerintahan koalisi dengan Gerakan Lima Bintang.
Hingga Sabtu (7/3), pihak berwenang Italia melaporkan 5.883 kasus yang dikonfirmasi, angka tertinggi keempat setelah China, Korea Selatan dan Iran.
Dari angka itu, 233 orang telah meninggal dunia. Italia telah melakukan 36,359 tes.
Berita Terkait
-
Tisu Basah Bayi Tidak Bisa Cegah Virus Corona Covid-19, Ini Alasannya!
-
Deteksi Virus Corona, Eijkman Usul Pemerintah Gandeng RS Swasta
-
Setelah Empon-empon, Ubaya Ciptakan Lidah Buaya Jadi Penangkal Virus Corona
-
Anjing dan Kucing Tak Mungkin Tularkan Virus Corona Covid-19, Ini Alasannya
-
Tangkal Virus Corona, BNPB Ajak Umat Muslim Bawa Sajadah Sendiri saat Salat
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Komisi X DPR Dorong Gaji Guru Minimal Rp 5 Juta, Respons Pernyataan Prabowo soal Kebocoran Anggaran
-
Siswa SD-SMP Batam Aksi Dukung MBG, DPR: Kemendikdasmen Selidiki Dugaan Mobilisasi Massa
-
Bobby Nasution Hadiri Peresmian 1.151 Km Jalan Inpres, Empat Ruas di Sumut Turut Diresmikan
-
Kasus YTR Berbuntut Desakan Hukuman Kebiri, DPR Minta Polisi Telusuri Korban Lain
-
Bantah Mobilisasi Massa Demo Pro MBG, Bakom RI: Itu Tidak Benar!
-
Selly Gantina Kecam Aksi Biadab Pacar Sekap Perempuan 3 Tahun di Bandung: Tak Boleh Ada Impunitas
-
Jelang 500 Tahun Jakarta, DPRD Minta Aspirasi Warga Jadi Prioritas Pembangunan
-
Bawa Puluhan Bukti! Koalisi Gugat Perjanjian Dagang RI-AS yang Dinilai Tabrak Konstitusi
-
Hotman Paris Pakai Tongkat ke Singapura, Bawa Amanah Rp500 Juta dari Bos Mayapada untuk Yuvita
-
Fakta di Balik Kasus Yuvita: Mengapa Penyiksaan 3 Tahun Bisa Terjadi Tanpa Diketahui Warga?