Suara.com - Tanggapi kasus pembunuhan di Sawah Besar NF, Master Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel menyatkaan, ada ciri khusus anak berpotensi psikopati. Hal itu dinyatakan oleh Reza dalam gelar wicara TvOne pada Senin (9/3/2020).
"Ada sejumlah studi yang mengikuti dari anak-anak sampai dewasa, mereka yang psikopat memiliki 3 kesamaan saat mereka kecil dan ini dilihat sebagai pertanda," kata Reza.
"Tiga pertanda yang bisa dilihat dari anak yaitu terus menerus buang air sembarangan seolah tidak bisa mengendalikan kandung kemihnyanya atau organ pembuangan lainnya. Saat anak harus buang air tidak buang air saat harus menahan dia tidak bisa menanhan," ujarnya.
Ia juga menambahkan, "Ciri kedua adalah menyiksa hewan, sedangkan katiga main dengan api atau variasinya main listrik dan lain-lain."
Ketiga ciri tersebut menurut Reza merupakan gambaran pembangkangan terhadap aturan. "
Ketiga ini gambaran tadi sebenanya memiliki benang merah yang sama yaitu pembangkangan pada otoritas,' kata dia.
Untuk kasus anak-anak, psikopati biasanya disebut dengan istilah lain, yaitu callous and unemotional.
"Getir anak-anak semacam ini memiliki kondisi psikologis tertentu yang masyarakat awam sebut sebagai psikopati orangnya disebut psikopat. Tapi kalau kondisi anak-anak gini sebutannya bereda yaitu callous and unemotional," kata Reza.
Menurutnya baik psikopati maupun callous and unemotional ini memiliki kecenderungan yang sama.
Baca Juga: Realisasi Keringanan Pajak Penghasilan Tinggal Tunggu Arahan Jokowi
"Keduanya benang merah sama, yaitu orang-orang yang memang memiliki maaf kekejaman yang luar biasa sampai hati melakukan pembunuhan di laur batas kemanusian," ujarnya.
Ia menambahkan, "Tapi pada saat yang sama menampilkan tabiat yang kontras, sangat tenang tidak punya penyesalan menganggap ini sebuah situasi yang normal saja tidak dibutuhkan adanya sebuah pengakuan bahwa saya bersalah."
Mengikuti perkembangan zaman, menurut Reza melihat potensi psikopati anak juga tidak bisa dilihat hanya dari perilakunya di rumah.
"Kalau ingin meneliti itu bukan lagi keseharian anak di rumah tapi juga di sekolahan dan di media sosial," ungkapnya.
Ia menegaskan, untuk mendapatkan potret psikis seseorang termasuk NF tetap harus melalui proses pemeriksaan.
"Tentu untuk mendapatkan potre tentnag kondisi psiikologi harus melkukan pemeriksan," tambah Reza.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 7 Sepatu Nike Tanpa Tali yang Praktis dan Super Nyaman untuk Lansia
Pilihan
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
-
Hashim dan Anak Aguan Mau Caplok Saham UDNG, Bosnya Bilang Begini
Terkini
-
Dicap 'Raja Bolos' Sidang MK, Anwar Usman Akhirnya Buka Suara: Saya Sakit
-
Riuh di Balik Tembok Keraton Solo: Tradisi, Takhta, dan Negara
-
Perkuat Perlindungan Pekerja Migran, Menteri Mukhtarudin Gandeng Kapolri Berantas Jalur Ilegal
-
Penutupan Berkepanjangan Bandung Zoo Dinilai Picu Kebocoran PAD dan Praktik Tak Resmi
-
Registrasi Akun SNPMB 2026 Kapan Ditutup? Ini Batas Waktu Krusial dan Risikonya
-
Cuaca Buruk Hambat Evakuasi ABK KM Bintang Laut, Tim SAR Fokus Selamatkan Korban di Perairan Arafura
-
Kuasa Hukum Ungkap Kejanggalan dalam Kasus Dugaan Kesaksian Palsu Direktur PT WKM
-
Kejagung Masih Dalami Dugaan Tindak Pidana 28 Perusahaan yang Izinnya Dicabut Buntut Banjir Sumatra
-
Soroti Tata Kelola Aset dan Karier Jaksa Daerah, DPR Minta Kejagung Lakukan Pembenahan Menyeluruh
-
Berdiri di Atas Tanah Kemenhan, Nusron Wahid Cabut HGU Raksasa Gula Sugar Group Companies