Suara.com - Kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) sudah mulai diterapkan sejumlah perusahaan dan instansi pemerintah pada Senin (16/3/2022), hari ini.
Keputusan WFH bagi karyawan diberlakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona Covid-19 semakin masif.
Presiden Joko Widodo secara resmi juga telah mengimbau agar seluruh kegiatan dapat dilakukan di rumah, mulai dari bekerja dan belajar.
Menanggapi kebijkan WFH, sejunlah pegawai menagku hal tersebut merupakan pengalaman pertama kali bagi mereka. Termasuk bagi reporter di salah satu media online nasional, Rani.
Hari ini, ia pun memulai semuanya mengenai penulisan berita dari rumah.
Padahal, sebelum kebijakan WFH, sebagai jurnalis, Rani dituntut untuk selalu siap dalam segala medan peliputan. Beruntung bagi Rani, kantornya responsif dan cepat tanggap dalam melindungi karyawan dari penyebaran Covid-19.
Rani mengatakan pada hari pertama ini ia sudah mulai beradaptasi dengan melakukan segala hal untuk menulis berita melalui rumah. Ia pun diwajibkan kantor untuk menghubungi sejumlah narasumber untuk memperbarui selalu informasi dan isu-isu nasional, mulai politik hingga isu corona.
"Sulit atau enggaknya juga belum terlalu berasa sih. Baru hari pertama. Tapi sejauh ini kayaknya enggak masalah. Wartawan online kan juga sering followup atau konfirmasi isu lewat telepon atau chat ke narsumnya langsung," ujar Rani kepada Suara.com, Senin (16/3/2020).
Mengenai efektivitas berita, menurut Rani, sejauh ini masih dalam penilaian lantaran kebijakan WFH kali pertama. Ia berujar, media tempatnya bekerja juga sudah mulai menguji coba WFH sejak Minggu (15/3) kemarin. Hasilnya, informasi bagi publik masih dapat dipantau dengan baik.
Baca Juga: IAIN Kediri Lockdown, Wakil Rektor: Virus Corona Cobaan Allah
Kendati bekerja dari rumah dan tidak ke lapangan atau tatap muka langsung dengan narasumber, Rani berujar bahwa verifikasi terhadap informasi yang diperoleh tetap dilakukan.
"Dari kantor sudah tetap ngingetin supaya verifikasi gak boleh lupa. Lewat telepon, chat, situs resmi dan lain-lain," ujarnya.
Sementara itu, Sonya yang bekerja di salah satu kementerian, per hari ini sudah mengikuti kebijakan WFH. Menurutnya, meski kerja dari rumah, sebagai karyawan, ia tetap harus merespon cepat setiap arahan dari pimpinan terkait pekerjaan.
Kebijakan WFH itupun dimanfaatkan Sonya untuk menghindari kerumunan. Ia memilih tetap berada di kediaman, kecuali ada hal mendesak yang membutuhkan kehadiran fisik.
"Kalau keluyuran pun kayak gue buat cari cuan (duit) lagi atau main, gue usahain bawa laptop, HP stand by. Jadi walaupun jauh tetap responsif dan kerjaan kelar. Intinya, ya bertanggung jawab saja," ujar Sonya.
Berbeda dengan Rani dan Sonya, masih banyak pekerja yang tetap harus ke kantor maupun ke lapangan karena perusahaan belum memberlakukan kebijakan WFH.
Berita Terkait
-
Pemprov DKI Jakarta Imbau Pimpinan Perusahaan Terapkan Kerja Dari Rumah
-
Gedung Agung Jogja Tutup untuk Umum demi Cegah Penyebaran Corona
-
MRT Sebut Pekerja Medis dan Pelayan Publik Jadi Penumpang Prioritas
-
Cegah Corona, Narapidana hingga Lapas Anak di Jakarta Tak Boleh Dibesuk
-
Kurangi Transportasi Umum, Pemkot Jakarta Dikritik Naikkan Risiko Penularan
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto
-
Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes
-
Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi
-
Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?
-
KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan
-
AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?
-
Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office
-
Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama
-
33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!
-
Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!