Suara.com - Aktivis gerakan KAWAL COVID, Ainun Najib secara blak-blakan mengaku lelah dengan respons sejumlah warga Indonesia di tengah pandemi virus corona yang kian meluas.
Ia menyesalkan sikap pemerintah yang enggan berkaca pada negara lain seperti Iran dan Italia. Padahal, kasus virus corona terus meningkat dari hari ke hari.
Pernyataan tersebut disampaikan Ainun Najib melalui akun Twitter pribadinya, @ainunnajib.
"Saya lelah. Bangsa kita tidak mau belajar dari Iran & Italia yang nyata di depan mata," tulis Ainun Najib seperti dikutip Suara.com, Senin (16/3/2020).
Menurutnya, pemerintah pusat lamban menangani virus corona. Tindakan cepat baru diambil setelah ada menteri yang positif terinfenksi corona.
"Pemerintah meremehkan #COVID19, nunggu Menteri-Menteri positif dan terkapar baru nyadar," tambahnya.
Tak cukup sampai di situ, selain menyoroti sikap pemerintah, Ainun Najib juga mengkritik warga yang tetap bersikeras beraktivitas di luar untuk urusan tak mendesak.
Padahal, pemerintah sudah menerbitkan imbauan bagi warga untuk bertahan di rumah. Ia lantas memberikan sindiran kepada warga yang masih saja abai tehadap upaya penanggulangan virus corona.
"Sekarang rakyat banyak sama saja, disuruh #dirumahaja ngeyel. Apakah nunggu bergelimpangan jenazah?," tulis Ainun Najib, memungkasi.
Baca Juga: Hindari Virus Corona, PSS Sleman bakal Gelar Latihan Tertutup
Unggahan tersebut seketika menuai perhatian warga Twitter. Terbukti setelah dibagikan telah mendapat 1,3 ribu retweets dan 2,9 ribu likes.
Banyak warganet yang justu mengkritik cuitan Ainun Najib tersebut lantaran dinilai kontra dengan warga.
"Mohon mas @ainunnajib memiliki empati. Jangan mencibir rakyat Indonesia. Pahami bahwa kondisi setiap orang berbeda. Mohon punya empati Mas!," kata @aSoekarnen.
"Pak.. Sosialisasi daru pemerintah kurang.. Yan dibawah nggak tahu apa itu Covid 19 dan bahayanya..Dan dunia usaha gak mau tahu, usahanya harus tetap jalan, mana mau meliburkan karyawannya.." timpal @banupr.
Untuk diketahui, di Indonesia, angka penderita terinfeksi juga semakin meningkat. Per Minggu (15/3/2020), kasus positif virus corona Covid-19 bertambah 21, hingga membuat total kasus menjadi 117. Sebanyak 5 orang meninggal dunia dan 8 orang dinyatakan sembuh.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Achmad Yurianto.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Tak Melulu Jawa, Film Suanggi: Ilmu Kutukan Siap Teror Bioskop Lewat Horor Indonesia Timur
-
Ada KJ Apa, Netflix Umumkan Jajaran Pemain Serial Myron Bolitar
-
Zulhas Minta Waktu Sebulan ke Prabowo untuk Benahi Tata Kelola MBG
-
Cekcok saat Rapat, 2 Pentolan Golkar Riau Ditantang Duel di Atas Ring Tinju
-
5 HP Murah Terbaik untuk Ojol Menurut Review, Performa Gacor Mulai Rp1 Jutaan
-
Lebih Kejam dari Ghosting: Kenali Breadcrumbing, Jebakan Cinta yang Menguras Mental
-
AHM Dorong Transformasi Layanan Melalui KLHN 2026
-
Park Ji Hyun dan Lee Jong Suk Berpotensi Bintangi Drama Misteri 'Paradise'
-
Jelang Piala AFF 2026, Stadion Pakansari Dipoles Rp8 Miliar untuk Timnas Indonesia
-
4 Shio yang Menarik Hoki 17 Juli 2026, Hasil dari Usaha Mulai Terlihat