Suara.com - Pihak berwenang Turki menangkap ratusan orang atas unggahan di media sosial mengenai pandemi COVID-19 yang dianggap provokatif, demikian kata Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu, Rabu (25/3/2020).
Soylu menyebut hampir 2.000 akun media sosial diidentifikasi membuat unggahan provokatif terkait virus corona, dan berujung pada penahanan terhadap 410 orang yang "berupaya memicu kerusuhan."
Dia menambahkan bahwa sebagian besar akun tersebut terhubung dengan kelompok militan, namun tidak memaparkan informasi lebih lanjut mengenai identitas rinci pelaku.
Sebagian pelaku ditahan atas unggahan yang memperlihatkan anak-anak muda mengejek orang tua yang masih keluar rumah ketika ada kebijakan karantina wilayah, kata Soylu. Unggahan semacam itu dianggap menjadi sumber kemarahan publik.
Pemerintah Turki sebelumnya pernah dituduh mengambil tindakan keras terhadap kejadian di media sosial untuk membatasi kritik kepada mereka. Namun pemerintah membantah hal itu dengan menyebut pengawasan ketat di ranah daring diperlukan demi menjamin keamanan masyarakat.
Terkait pandemi COVID-19 sendiri, Turki mencatat 1.872 kasus infeksi total per hari ini, melonjak naik sebanyak 343 kasus dari hari sebelumnya, sementara 44 kasus berujung pada kematian.
Sejumlah fasilitas umum, seperti sekolah, kafe, dan bar ditutup. Kegiatan ibadah masal dilarang untuk sementara, beragam pertandingan olahraga dan penerbangan juga ditangguhkan.
Soylu mengapresiasi masyarakat Turki yang mematuhi anjuran pembatasan sosial untuk menahan penyebaran infeksi virus corona, dan menyebut peraturan yang lebih ketat, seperti jam malam, mungkin tidak diperlukan.
"Sejauh ini, masyarakat sangat patuh terhadap semua kebijakan yang diberlakukan pemerintah. Ini tentu saja menjadi hal baik bagi kita. Selama warga bisa memahami langkah dalam kondisi darurat ini, mungkin saat ini tidak perlu melakukan langkah lanjutan yang lebih ketat," kata dia.
Baca Juga: Pelatih Kawakan Turki Fatih Terim Positif Terinfeksi Virus Corona
Sumber: Antara/Reuters
Berita Terkait
-
Catat 738 Kematian dalam Semalam, Korban Tewas Corona Spanyol Lampaui China
-
Provinsi Aceh Kini Berstatus Tanggap Darurat Corona Hingga 29 Mei 2020
-
Mereka yang Menangguk Untung di Tengah Wabah Corona
-
Perawat RSPI, Maulia Hindun: Keinginan Menolong Kalahkan Takut pada Corona
-
Ayah Ciptakan Kapsul Cerdas untuk Lindungi Bayinya dari Covid-19
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Hendri Satrio Soroti 12 Ribu Peserta Merdeka Run: Jangan Dianggap Dukungan Politik
-
Bukan Tak Laku, Ini Alasan Calon Emiten Menunda IPO
-
BCIC Terus Genjot Pembiayaan Hijau
-
Investor Rebutan Masuk! Lelang SRBI Bank Indonesia Tembus Rp43,5 Triliun
-
Tips Pindahan Kos Praktis dan Hemat Beban untuk Mahasiswa Baru
-
3 Shio yang Diprediksi Beruntung di September 2026, Ada Peluang Besar Menanti
-
Ulasan May I Help You?: Merayakan Kehidupan Lewat Kisah-kisah Kehilangan
-
Bantuan Bencana Mengalir ke NTT dan Kalimantan, BAZNAS Pastikan Tepat Sasaran
-
Erick Thohir Bicara Target Indonesia di Asian Games 2026, Berapa Emas?
-
Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M