Suara.com - Jagat media sosial dihebohkan dengan ungahan mengenai bayi yang baru lahir menyebut makan telur rebus bisa mencegah virus corona Covid-19. Unggahan tersebut viral di media sosial dan menjadi perbincangan di kalangan warganet.
Salah satunya dibagikan oleh akun Facebook La Maddukellieng belum lama ini. Akun tersebut membagikan video sekumpulan orang yang tengah berebut telur.
Mereka mengerubungi mobil pikap yaag menjual telur di pinggir jalan. Setelah menyodorkan uang, orang-orang itu beranjak membawa satu rak telur.
Sementara dalam narasi unggahannya, akun La Maddukellienh menuliskan mengenai kejadian tersebut
"Bayi baru lahir bisa bicara katanya makan telur tengah malam bisa menangkal virus corona, dalam hitungan menit telur habis terjual. Berita Hoax dipercaya pemerintah dan ulama diabaikan #hoax3 #imanandadiuji," demikian tulisnya seperti dikutip Suara.com, Kamis (26/3/2020).
Bidikan layar unggahan itu kemudian ramai dibagikan ulang di jejaring Instagram, seperti akun @lambe_turah.
Namun, belakangan diketahui informasi yang mengklaim bayi baru lahir berkata makan telur bisa mencegah virus corona adalah palsu.
Klarifikasi Penyebar Informasi
Setelah berita tersebut viral, akun Facebook Michye Masela Fatlolona memberikan klarifikasi. Ia mengaku sebagai orang yang pertama membagikan informasi yang beredar.
Baca Juga: Olimpiade 2020 Ditunda, Mohammad Ahsan: Semoga Itu yang Terbaik
Ia mengaku tak berniat menyebar berita hoaks, sebab unggahannya tersebut diperoleh dari akun lain. Apalagi, pihak berwenang diketahui telah memberikan pernyataan mengenai informasi tersebut.
Untuk itu, Michye Masela Fatlolona menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak atas kegaduhan yang terjadi lewat unggahan berikut ini.
Saya cara pribadi dengan ini menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf atas postingan/tulisan di akun medi sosial saya pukul 22.10 (Facebook) dengan nama: Michye MaseLa Fatlolona.
Sebelumnya saya tidak bermaksud untuk menyebar berita hoax, hanya berdasarkan informasi yang saya dapat dari status muzizat telur yang saya buat...Ternyata berita itu bohong belaka sudah diklarifikasi pihak RS Saumlaki
Maka dengan ini saya sampaikan permohonan maaf apabila postingan tersebut membuat orang banyak menjadi panik. Ttd: Michye Masela Fatlolona.
Hasil penelusuran Suara.com, kekinian akun Facebook Michye Masela Fatlolona telah menghilang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
Terkini
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati
-
Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah
-
Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu
-
Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend