Suara.com - Seorang pejabat di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, meninggal dunia, Senin (30/3/2020) pukul 06.49 WIB. Sebelum meninggal, mendiang sempat berjuang melawan virus Corona Covid-19.
Suara.com berusaha mencari klarifikasi kabar tersebut. Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (AU), Marsekal Pertama Fajar Adriyanto membenarkan hal itu.
"Iya betul meninggal tadi pagi," kata Fajar saat dihubungi Suara.com, Senin.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, almarhum sempat dirawat di ICU RS TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur selama sepekan setelah dinyatakan terinfeksi Covid-19.
Almarhum meninggalkan seorang isteri dan dua anak perempuan. Mengenang masa hidupnya, almarhum pernah membuat sebuah karya tulisan yang berisikan pengalaman, serta gagasannya dan dituangkan pada satu buku. Buku itu diterbitkan Dispenau pada Oktober 2019.
"Selamat jalan pejuang bangsa dan negara Indonesia. Insyaa Allah husnul khatimah. Aamin," doanya.
Jakarta 720 orang
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat hingga Senin, 30 Maret 2020, total jumlah kasus positif Covid-19 mencapai 720 kasus, sementara yang sembuh sebanyak 48 orang dan 76 meninggal dunia.
Berdasarkan laman corona.jakarta.go.id, angka itu merupakan pembaharuan hingga pukul 08.00 WIB dan belum ada laporan lagi hingga Senin siang. Jumlah itu meningkat dibanding pada hari Minggu, yakni 701 kasus positif.
Baca Juga: Gara-gara Salaman, Profesor Eks Rektor Unhas Positif Corona Covid-19
Dengan demikian terdapat penambahan 19 pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19. Sementara korban meninggal dunia tercatat 76 orang atau naik sembilan kasus dibanding hari Minggu.
Pasien sembuh tetap berada di angka 48 orang.Adapun, 445 pasien positif COVID-19 tengah dirawat di rumah sakit dan 151 pasien melakukan isolasi mandiri.
Untuk jumlah orang dalam pemantauan (ODP), tercatat 2.289 pasien di wilayah DKI Jakarta dengan rincian 498 pasien masih dipantau dan 1.791 pasien telah selesai dipantau
Sementara itu, ada 1.046 orang masuk dalam status pasien dalam pengawasan (PDP). Rinciannya 708 orang dirawat dan 338 dinyatakan negatif sehingga diperbolehkan pulang.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan status tanggap darurat di ibu kota terkait virus corona (COVID-19) diperpanjang hingga 19 April.
"Pembatasan tetap berjalan, karena itu status tanggap darurat diperpanjang dimana semula sampai 5 April menjadi 19 April," kata dia.
Berita Terkait
-
Heboh Isu Pasien Positif Corona Kabur, Ini Respons RSUD Panembahan Senopati
-
Jubir Covid-19 Sebut Ada Pasien Positif Belum Lakukan Isolasi Mandiri
-
Minggu Sore, Total Pasien Positif Covid-19 1.285, Meninggal 114, Sembuh 64
-
Update Wabah Corona di Jakarta Minggu Siang: 647 Positif, 46 Orang Sembuh
-
2 Pekan Tidur di Ruang Isolasi, Cerita Pasien Corona Lewati Mimpi Buruk
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
Main Mata Nilai Pajak, Oknum Pegawai DJP Tak Berkutik Terjaring OTT KPK
-
LBHM Beri 4 Catatan 'Pedas' untuk Indonesia yang Baru Saja Jadi Presiden Dewan HAM PBB
-
Nasib Pandji Pragiwaksono di Tangan Polisi, Penyelidik Mulai Analisis Barang Bukti Materi Mens Rea
-
Aksi Ekstrem Pasutri Pakistan di Soetta: Sembunyikan 1,6 Kg Sabu di Lambung dan Usus
-
Kasus Isu Ijazah Palsu Jokowi, PSI Desak Polisi Segera Tahan Roy Suryo Cs
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji