Suara.com - Preeti Verma, seorang ibu dari Chhattisgarh, India baru saja menamai anak kembarnya dengan pandemi yang telah menewaskan ribuan orang.
Ibu ini memberi nama putranya dengan "Covid" sementara bayi perempuannya dengan "Corona". Alasannya adalah untuk mengingat pandemi ini.
Disadur dari Mirror, Jumat (3/4/2020), Preeti Verma mengatakan nama bayi kembarnya yang lahir pada Jumat lalu, akan mengingatkannya tentang peristiwa besar yang terjadi pada minggu kelahiran mereka.
Bayi laki-lakinya adalah Covid dan saudara perempuannya bernama Corona. Preeti mengatakan mereka tidak akan melupakan kesulitan yang dialami selama masa ini.
Ibu 27 tahun itu mengatakan bahwa pandemi ini juga membawa beberapa kenangan indah.
Preeti mengakui, bagaimanapun, bahwa dia mungkin mengubah nama-nama anak kembarnya ketika mereka telah dewasa.
Kepada media, Preeti mengatakan, "Persalinan terjadi setelah menghadapi beberapa kesulitan dan karenanya, saya dan suami ingin menjadikan hari itu berkesan".
"Memang virus itu berbahaya dan mengancam jiwa tetapi wabahnya membuat orang fokus pada sanitasi, kebersihan dan menanamkan kebiasaan baik lainnya.
"Jadi, kami memikirkan nama-nama ini," kata Preeti yang kemudian menceritakan tentang hari saat bayinya lahir.
Baca Juga: Habib Bahar bin Smith Tak Ikut Dibebaskan karena Wabah Corona
Preeti bercerita, "Menjelang malam tanggal 26 Maret, saya tiba-tiba mengalami sakit persalinan yang parah dan entah bagaimana suami saya mendapat ambulans yang dioperasikan di bawah layanan 102 Mahtari Express".
"Karena kendaraan tidak diizinkan keluar di jalan karena lockdown, kami dihentikan oleh polisi di berbagai tempat tetapi mereka membiarkan kami pergi setelah memperhatikan kondisi saya".
Ibu dari bayi kembar ini mengaku khawatir saat menuju rumah sakit. Apalagi saat itu tengah malam dan tenaga medis sedang sibuk menangani pasien corona. Tetapi untungnya dokter dan staf di rumah sakit sangat kooperatif.
Preeti mengatakan keluarga dan teman-teman ingin mengunjungi mereka di rumah sakit tetapi tidak diperbolehkan karena untuk membatasi jarak dan kerumuman orang.
Seorang juru bicara untuk Rumah Sakit Dr BR Ambedkar Memorial mengatakan kepada Hindustan Times bahwa meskipun persalinanny cukup kompleks, baik ibu dan bayi dalam keadaaan baik-baik saja.
Berita Terkait
-
Sebar Isu Istana Hukum Kepala Daerah yang Lockdown, Pria Bogor Ditangkap
-
Habib Bahar bin Smith Tak Ikut Dibebaskan karena Wabah Corona
-
Libatkan Ojol, Emil Bagi Rp 500 Ribu untuk Warga Terdampak Corona
-
Pabrik Garmen di Malang Bikin APD Corona, Wali Kota: Terima Kasih
-
Pengusaha Batik Produksi Masker Kain, UMKM Jogja Alih Usaha karena Corona
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat