- Seorang wisatawan perempuan terjatuh dari wahana ayunan tebing di Kabupaten Huaying, China pada 3 Mei lalu.
- Korban sempat melaporkan bahwa tali pengamannya tidak terikat kencang sebelum akhirnya terjatuh dan membentur tebing.
- Pihak pengelola menutup operasional kawasan wisata tersebut untuk mempermudah investigasi dan meningkatkan standar keselamatan fasilitas wahana.
Suara.com - Sebuah insiden horor terjadi di salah satu destinasi wisata petualangan di kota Guang’an, Kabupaten Huaying, Provinsi Sichuan, China, setelah seorang wisatawan perempuan dilaporkan terjatuh dari wahana ayunan tebing.
Insiden maut ini viral diperbincangkan setelah video detik-detik korban jatuh beredar di media sosial.
Dalam rekaman itu, terlihat seorang wisatawan perempuan sudah mengenakan tali pengaman sebelum diarahkan ke area luar platform.
Namun dalam video tersebut, korban sempat berulang kali berteriak, “tidak terikat dengan kencang,” sesaat sebelum akhirnya meluncur dan terjatuh dari area tebing.
Dilansir dari Jimu News, sejumlah saksi menyebut insiden terjadi pada 3 Mei, dan korban sempat terbentur dinding tebing setelah jatuh.
Pihak pengelola tempat wisata tersebut membenarkan adanya insiden tragis yang menimpa wisatawan wanita itu.
“Kasus ini sudah dikomunikasikan dengan keluarga korban dan kami sedang bekerja sama dengan pemerintah setempat dalam proses penyelidikan,” ujar salah satu staf perusahaan kepada media lokal.
Pihak pengelola juga menegaskan bahwa wahana tersebut saat ini dihentikan sementara hingga proses investigasi selesai.
Informasi teknis terkait insiden tidak dapat disampaikan lebih lanjut.
Baca Juga: Misteri Hilangnya Pebisnis Berakhir Horor, Polisi Temukan Jasad dalam Perut Buaya Raksasa
Pengelola Air Terjun Maruyuyan (Maruyan Waterfall Scenic Area) di Huaying mengumumkan penutupan sementara kawasan wisata pada 4 Mei 2026.
Penutupan berlaku hingga 10 Mei dengan alasan pemeliharaan fasilitas dan peningkatan standar keselamatan.
“Penutupan ini dilakukan untuk memastikan keamanan fasilitas serta memperkuat sistem keselamatan wisata,” demikian pernyataan resmi pengelola kawasan wisata.
Sementara itu, Dinas pariwisata Kota Huaying memastikan destinasi wisata telah dihentikan operasionalnya sementara waktu.
Sementara itu, Dinas Penanggulangan Darurat Huaying menyatakan bahwa investigasi masih berlangsung untuk memastikan penyebab insiden.
“Sedang dalam proses penyelidikan,” ujar salah satu pejabat setempat.
Berita Terkait
-
Misteri Hilangnya Pebisnis Berakhir Horor, Polisi Temukan Jasad dalam Perut Buaya Raksasa
-
Kurniawan Ingatkan Timnas Indonesia U-17 Jangan Terbuai Usai Berhasil Mengalahkan China
-
Purbaya Mau Terbitkan Panda Bond di China Demi Perkuat Rupiah
-
Timnas Indonesia U-17 Menang Dramatis atas China, Keanu Sanjaya Jadi Penentu
-
Polda Kalsel Minta Maaf, AKBP Viral Merokok Sambil Nyetir Langsung Diperiksa Propam!
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Pengendara Motor Tewas di Koridor 9 Slipi, Manajemen Transjakarta Pastikan Kecelakaan Tunggal
-
Mendagri Tegaskan Realisasi Program Perumahan Rakyat Akan Dorong Kemajuan Daerah
-
Hakim Siap Jemput Bola! Andrie Yunus Absen Sidang Demi Operasi Cangkok Kulit Akibat Air Keras
-
Misteri Hilangnya Pebisnis Berakhir Horor, Polisi Temukan Jasad dalam Perut Buaya Raksasa
-
Singapura Wacanakan Hukuman Cambuk untuk Siswa Pelaku Perundungan, Tuai Pro dan Kontra
-
KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya
-
Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz
-
Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan
-
Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"
-
Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu