Suara.com - Jenazah Glenn Fredly dibungkus plastik saat meninggalkan rumah sakit. Bahkan ada 4 orang petugas medis menggunakan pakaian alat pelindung diri atau APD seperti medis virus corona.
Jenazah Glenn Fredly dibawa mengunakan ambulans meninggalkan RS Setia Mitra di Fatmawati, Jakarta Selatan, Rabu (8/4/2020) malam. Dalam mobil jenazah, jenazah Glenn Fredly terlihat terbungkus kain putih dibalut dengan plastik.
Kemudian ditemani empat orang yang menggunakan pakaian khusus. Dari informasi yang diperoleh, jenazah akan dimakamkan di TPU Tanah Kusir pada pukul 11.00 WIB hari ini.
Sebelumnya, Salsabila langsung membantah Glenn Fredly meninggal karena terinfeksi virus corona. Sebab sempat beredar tangkap layar pecakapan di sebuah grup whatsapp yang menuliskan jika Glenn Fredly meninggal karena sakit virus corona atau Covid-19.
Salsabila adalah keponakan Glenn Fredly. Dia menegaskan, Glenn Fredly meninggal tidak sakit virus corona. Karena sepengetahuannya sang paman memiliki riawayat penyakit ginjal cukup lama.
"Mohon dicatat dan diklarifikasi. Glenn itu tidak sakit covid-19 sedikit pun. Jadi boleh diklarifikasi sama sekali Glenn itu tidak sakit Covid ya mas. Terima kasih, terima kasih banyak," jelas Salsabila.
Seperti diberitakan sebelumnya, Glenn Fredly meninggal dunia di Rumah Sakit Setia Mitra Fatmawti, Jakarta Selatan hari ini, Rabu (8/4/2020) sekitar pukul 18.00 WIB.
Glenn Fredly meninggalkan seorang istri yang juga artis bernama Mutia Ayu dan seorang bayi yang baru saja berusia 40 hari.
Glenn aktivis
Baca Juga: Baru Berusia 22 Tahun, Putra Presiden Serbia Positif Terjangkit Corona
Glenn Fredly begitu peduli dengan masalah-masalah yang ada di Indonesia timur, terutama Papua. Pada saat mengisi Syncronize Festival 2019, Glenn Fredlybahkan menangis di atas panggung.
"Jangan pernah percaya propaganda bahwa orang Papua itu jahat-jahat semua. Saya kenal dan hidup bersama saudara Papua, bahwa propaganda terhadap saudara di Papua dilakukan orang-orang jahat dan itu tidak benar. Orang-orang yang ingin memecah belah persatuan, itulah orang jahat teman-teman," teriak Glenn Fredly.
Glenn Fredly juga pernah menuliskan pesan untuk Presiden Jokowi mengenai masalah Papua.
"...Tolong hentikan pendekatan militeristik serta bebaskan para tahanan politik seperti yang bapak inginkan dan juga yang pernah bapak sudah lakukan sebelumnya membebaskan para tahanan politik Maluku maupun Papua, pendekatan dialog yang inklusif atas dasar kemanusiaan dan cinta kasih harus terus didorong serta kita junjung tinggi khususnya bagi saudara kita di tanah PAPUA.." tulis Glenn Fredly di Instagram 24 September 2019 lalu.
Glenn Fredly juga pernah menulis soal isu amnesti untuk tahanan politik di Papua dan Maluku melalui salah satu surat kabar berbahasa Inggris di Indonesia pada Senin (17/9/2018) dengan judul Amnesty for prisoners of conscience is urgent.
"Saya yakin bahwa Presiden Jokowi akan menjalankan pidatonya untuk membebaskan dan memberikan amnesti kepada semua tahanan politik di Papua dan Maluku dalam waktu dekat. Jadi ketika dia ditanya "siapa yang ada di penjara?" dia dengan percaya diri dapat mengatakan bahwa Indonesia tidak lagi memiliki tahanan politik di sana," tulis Glenn Fredly.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
Terkini
-
Megawati di Forum Abu Dhabi: Perempuan Tak Perlu Dilema Pilih Karier atau Keluarga
-
Kemenag Nilai Semarang Siap Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional 2026, PRPP Jadi Lokasi Unggulan
-
Polda Bongkar Bukti CCTV! Pastikan Tak Ada Rekayasa BAP Kasus Penganiayaan di Polsek Cilandak
-
Beda Sikap Soal Ambang Batas Parlemen: Demokrat Masih Mengkaji, PAN Tegas Minta Dihapus
-
Perludem Soroti Dampak Ambang Batas Parlemen: 17 Juta Suara Terbuang dan Partai Tak Menyederhana
-
Prakiraan Cuaca Jakarta Rabu: BMKG Ingatkan Potensi Hujan Petir di Jakarta Barat
-
Mensos Gus Ipul Tekankan Penguatan Data untuk Lindungi Keluarga Rentan
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Prabowo Dijadwalkan Bertemu Donald Trump di AS, Bahas Tarif Impor dan Board of Peace
-
Kemensos - BGN Matangkan Program MBG Lansia dan Disabilitas