Suara.com - Perusahaan transportasi online Gojek menanggapi video oknum berseragam ojek online yang memprotes kebijakan pemerintah dalam penanggulangan virus corona baru atau Covid-19.
Dalam video yang viral baru-baru ini, sekelompok oknum ojol mengeluh dengan sejumlah aturan yang diterapkan. Mereka menyampaikan protes hingga berujung ancaman kepada pemerintah dan kalangan elite.
"Pada sore ini saya menegaskan kembali kepada pemerintah pusat beserta jajarannya, para politisi partai, petinggi partai beserta jajarannya. Kemana hati nurani kalian, jika saat ini kami bagian dari bangsa Indonesia menderita atas dampak wabah Covid-19," ucap laki-laki dalam video tersebut.
Dia juga tak segan memberikan ancaman bila pemerintah dan pejabat tidak menunjukkan kepeduliannya terhadap nasib ojek online.
"Ingat lapar bisa membuat orang bisa menjadi beringas. Lapar bisa mematikan pikiran, membutakan mata hati. Kalian tidak punya mata hati, kalian tidak empati, tidak punya perhatian. Jangan salahkan kami juga tidak punya akal sehat dan tidak punya nurani," katanya.
Terkait video bernada ancaman tersebut, pihak Gojek buka suara. Gojek mengecam aksi oknum berjaket ojol yang melontarkan ancaman hingga meresahkan publik.
"Perilaku tersebut tidak dapat dibenarkan dan dapat berdampak bagi mitra kami yang terus bekerja dengan gigih da jujur, "ujar Senior Manager Corporate Affairs Gojek Teuku Parvinda dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Minggu (12/4/2020).
Lebih lanjut, Teuku mengimbau kepada publik supaya tidak terprovokasi dengan video oknum ojol yang mengaku sebagai minta Gojek tersebut. Kendati begitu, Gojek siap menempuh jalur hukum bila aksi serupa terus berlanjut.
"Gojek siap berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk memproses secara hukum pihak-pihak yang bersangkutan," kata Teuku, memungkasi.
Baca Juga: Gelombang PHK Wabah Corona, Pemerintah Kasih Rp 20 Triliun ke Pengangguran
Berita Terkait
-
Gelombang PHK Wabah Corona, Pemerintah Kasih Rp 20 Triliun ke Pengangguran
-
Satu Keluarga di Padang Dinyatakan Positif Terinfeksi Corona Tanpa Gejala
-
Ada Dua Jenis Hand Sanitizer, Mana yang Lebih Baik?
-
Anarko Dituduh Rancang Penjarahan, Sosiologi UGM: Tidak Ada Sejarahnya Itu
-
Waspada! Ada Akun Palsu BNPB Minta Uang Bilang untuk Pasien Corona
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Merasa Dibohongi, Elza Syarief Mundur sebagai Pengacara Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya
Pilihan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
Terkini
-
MBG Disebut Langgar HAM, Natalius Pigai Tuding Komnas HAM Tak Paham Aturan
-
Bansos Aman! Gus Ipul Jamin Efisiensi Anggaran Tak Pangkas Bantuan Rakyat
-
Penderita Fatty Liver Rasakan Manfaat Antrean Online Mobile JKN Saat Berobat
-
'Disentil' Sahroni di DPR, KPK Langsung Naikkan Usulan Anggaran dari Rp762 M jadi Rp989 M
-
Legislator Gerindra 'Semprot' Komnas HAM: Sebut MBG Langgar HAM Itu Keliru!
-
Evaluasi Haji 2026 di Hambalang: Prabowo Minta Fasilitas Hotel Ditata, Ongkos Dipangkas
-
Murid Sekolah Rakyat Lampaui Target, Kemensos Ajukan Tambahan Anggaran hingga Rp8 Triliun
-
Pigai Minta Tambahan Rp492,9 Miliar untuk Kementerian HAM, DPR Hanya Setujui Rp224,9 Miliar
-
Siapkan Dana Pendidikan Anak Tanpa Cemas, BRI Multiguna Tawarkan Pembiayaan Fleksibel
-
Kadistamhut DKI: Pungli di Pemakaman Jakarta Libatkan RT Hingga RW