Suara.com - Berkurangnya aktifitas manusia saat pandemi virus corona membuat sejumlah hewan sangat leluasa berkeliaran. Seperti yang terjadi di Taman Nasional Kruger, Afrika Selatan dan pantai Meksiko.
Sekelompok singa di Taman Nasional Kruger, Afrika Selatan terlihat sangat nyaman tidur di tengah jalan aspal.
Lalu di pantai La Ventanilla, Oaxaca, Meksiko, buaya-buaya mulai bermunculan.
Dilaporkan BBC, Kamis (16/4/2020), seorang penjaga Taman Nasional Kruger, Richard Sowry ketika berpatroli mendapati sekelompok singa yang tidur siang di tengah jalan.
Taman Nasional Kruger telah ditutup sejak 25 Maret 2020 lalu sebagai bagian dari upaya untuk menekan penyebaran virus corona.
Singa-singa ini biasanya hanya terlihat oleh penjaga di jalan pada malam hari di musim dingin. Namun Rabu (15/4), Sowry menemukan hal yang berbeda saat patroli memeriksa satwa liar dan menjaga terhadap pemburu liar.
Saat mengemudi di dekat Camp Orpen Rest, Rabu sore, Sowry melihat sekelompok singa tidur di jalan aspal.
Singa-singa itu tampak sangat nyaman. Mereka tidak terbangun dari tidur padahal jarak Sowry berdiri hanya sekitar lima meter.
Ketika Sowry mengambil foto dengan telepon genggamnya, singa-singa itu tidak tampak terganggu. Kebanyakan dari mereka tampaknya tertidur lelap.
Sowry menjelaskan bahwa singa sudah terbiasa dengan orang-orang yang naik kendaraan.
Baca Juga: Sekarang Terkenal, Dede Sunandar Dulunya Digaji Rp 13.500
"Tapi semua hewan memiliki lebih banyak rasa takut naluriah ketika orang-orang berjalan kaki, jadi jika saya berjalan, mereka tidak akan pernah membiarkan saya begitu dekat," kata Sowry.
Tidak hanya di jalanan, satwa ini juga berkeliaran di lapangan golf Taman Nasional Kruger.
Sowry mengunggah foto-foto situasi di Taman Nasional Kruger selama pandemi ke media sosial. Ia hanya ingin berbagai kepada orang-orang yang tidak dapat mengunjungi taman sekarang karena Covid-19.
"Ini adalah masa-masa sulit bagi semua orang dan niatnya adalah untuk membawa sukacita," katanya.
Sampai saat ini, kasus Covid-19 di Afrika Selatan telah mencatat 34 kematian dan ada 2.506 kasus.
Sementara itu di Meksiko, buaya-buaya bermunculan di La Ventanilla, Oaxaca. Kejadian ini pertama kalinya dalam beberapa dekade tanpa adanya aktivitas manusia selama masa darurat Covid-19.
Berita Terkait
-
Jahit APD Sendiri, Stephen dan Samuel Wongso Kirim Donasi ke Luar Daerah
-
Swiss Bakal Longgarkan Pembatasan Terkait Covid-19 Mulai 27 April
-
Ilmuwan Kembangkan Vaksin Campak untuk Lawan Virus Corona Covid-19
-
Kisah Belasan Tahanan Polsek Kabur, Berjemur Sambil Nyanyi Tiba-tiba Senyap
-
Dikecam, Ustaz Yahya Waloni Sebut Virus Corona Hanya Serang Orang Munafik
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- 5 Mobil Bekas 80 Jutaan dengan Pajak Murah, Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
-
Bursa Saham Indonesia Tidak Siap? BEI Klarifikasi Masalah Data yang Diminta MSCI
-
Menperin Pastikan Industri Susu Nasional Kecipratan Proyek MBG
-
MSCI Melihat 'Bandit' di Pasar Saham RI?
-
Harga Emas di Palembang Nyaris Rp17 Juta per Suku, Warga Menunda Membeli
Terkini
-
Pembangunan 104 Sekolah Rakyat Permanen Tertahan: Terkendala Status Lahan!
-
Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan Lebat Hari Ini, Wilayah Utara Waspada Angin Kencang
-
Dua Kakak Presiden Prabowo Kunjungi Sekolah Rakyat
-
Panduan Lengkap Manajemen Dapodik: Link Baru dan Solusi Kendala Login Server
-
Drama London: Paspampres Klarifikasi Soal Halangi Jurnalis Saat Kawal Presiden Prabowo
-
Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Curhat Pimpinan KPK ke DPR: Alat Kurang Canggih Jadi Hambatan Utama OTT
-
Animo Tinggi, PDIP Minta Kemensos 'Gaspol' Bangun Sekolah Rakyat
-
PSI: Polri Harus Tetap di Bawah Presiden, Bukan Jadi Kementerian
-
KND Kawal Hak Atlet Disabilitas, Kontingen Indonesia Raih 135 Emas di ASEAN Para Games 2025