Suara.com - Tokoh intelijen dan pengusaha Suhendra Hadikuntono siap menjaminkan diri agar impor alat tes cepat Covid-19 atau rapid test kit tanpa down payment (DP) atau uang muka.
"Saya menjaminkan nama baik saya untuk impor Covid-19 rapid test kit dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan Iran, tanpa uang muka dan agar dapat fasilitas khusus lainnya," kata Suhendra dalam keterangan tertulisnya dilansir Antara, Minggu (19/4/2020).
Suhendra mengaku, akan memanfaatkan hubungan baiknya dengan pejabat-pejabat tinggi dan pengusaha-pengusaha besar di RRT dan Iran, untuk melakukan ekstra lobi agar pihak-pihak di Indonesia bisa melakukan pembelian Covid-19 rapid test kit dari kedua negara itu dalam jumlah besar tanpa uang muka, serta mendapat fasilitas khusus lainnya.
"Jaminannya adalah good will dan nama baik saya di kalangan pejabat dan pengusaha China dan Iran," jelasnya.
Selain pengusaha, Suhendra juga dikenal memiliki jaringan luas di berbagai kalangan, baik dalam maupun luar negeri, salah satunya Thailand yang memintanya menjadi juru damai konflik di Thailand Selatan.
Ia juga pernah menjadi Ketua Tim Penyelesaian Pelanggaran HAM Indonesia-Vietnam yang membebaskan 150 warga Vietnam yang sempat ditahan di Pulau Anambas gara-gara diduga melanggar perairan Indonesia. Dengan pembebasan itu, Indonesia terhindar dari pengadilan Mahkamah Internasional.
Oleh sebab itu, Suhendra membuka diri bagi pihak-pihak yang hendak melakukan impor Covid-19 rapid test kit, terutama pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan instansi-instansi lain, baik pemerintah maupun swasta.
"Silakah hubungi saya. Saya stand by 24 jam di kantor. Begitu ada permintaan masuk, saya akan langsung menghubungi mitra-mitra di China dan Iran," katanya menegaskan.
Ia lantas menyebutkan nomor telepon selulernya yang bisa dihubungi 24 jam nonsetop, yakni 0821-2232-7350.
Baca Juga: Kebakaran di Pemukiman Padat Taman Sari Diduga Akibat Arus Pendek Listrik
Dengan adanya impor Covid-19 rapid test kit dalam jumlah besar, dia berharap harga alat tes cepat corona tersebut di pasaran dalam negeri akan turun.
Jadi, kata dia, harga rapid test kit menjadi terjangkau bagi masyarakat kelas menengah ke bawah, atau tidak seperti saat ini yang harganya sekitar Rp 500 ribu per buah.
"Saatnya kita berjuang bersama, bahu-membahu demi bangsa dan negara kita," katanya.
Dengan demikian, lanjut dia, pemerintah bisa menstimulan kesadaran masyarakat sehingga dapat melakukan tes mandiri untuk mengetahui apakah dirinya terpapar virus corona atau tidak.
"Dengan begitu, jatuhnya korban virus corona dapat diantisipasi sejak dini dan diminimalisasi," katanya menandaskan.
Sejauh ini, Indonesia mengimpor Covid-19 rapid test kit dari RRT. Namun, Iran kini dikabarkan juga sedang menggenjot produksi alat tersebut dengan kualitas yang sama baiknya.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
Terkini
-
Kementerian PPPA: Fenomena Baby Blues Benar Ada, Minim Dukungan Keluarga Jadi Faktor
-
Tersangka Dulu Baru Hitung Kerugian Negara? Kubu Gus Yaqut Sebut KPK Salah Prosedur
-
Polda Metro Kerahkan Tim Elite, Buru Pelaku Pembunuhan Pensiunan JICT Ermanto Usman
-
KPK Minta Hakim Tolak Praperadilan Eks Menteri Agama Yaqut Terkait Kasus Korupsi Haji
-
Ambisi Transisi Energi Bersih Indonesia, Seberapa Siapkah SDM Industri Surya?
-
Perang Iran dengan ASIsrael Memanas, UN Women Ingatkan Risiko pada Perempuan
-
Terbukti Selingkuh, Hakim di Sulteng dan Sabang Dipecat, Ada yang Tega Palsukan Data Istri
-
Baku Tembak di Tembagapura: TNI Lumpuhkan Kelompok Bersenjata, 1 Tewas dan 6 Ditangkap
-
Iwakum: Putusan Bebas Tian Bahtiar Perkuat Perlindungan Pers
-
Australia Jadi Sorotan Dunia Berkat Munculnya Gerhana Bulan Darah