Suara.com - Target ambisius transisi energi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto menempatkan energi terbarukan sebagai salah satu pilar utama pembangunan nasional. Pemerintah mendorong percepatan bauran energi bersih dan penguatan kemandirian energi dalam negeri. Namun, di balik target tersebut, muncul tantangan mendasar: kesiapan sumber daya manusia (SDM) untuk menopang pertumbuhan industri yang bergerak cepat.
Industri energi surya di Indonesia memang tumbuh signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) bermunculan di sektor industri hingga komersial. Tetapi ekspansi ini belum selalu diikuti kesiapan tenaga ahli yang memadai. Tanpa SDM yang kompeten, percepatan transisi energi berisiko menyisakan persoalan kualitas instalasi, keselamatan kerja, hingga ketergantungan pada tenaga asing.
Menutup 2025, perusahaan PLTS lokal Xurya menegaskan bahwa keberlanjutan industri energi terbarukan sangat bergantung pada talenta dalam negeri. VP Operations Xurya, Philip Effendy, menyebut kecanggihan teknologi dan derasnya investasi tidak akan berjalan optimal bila tidak dibarengi kapasitas teknis yang kuat.
Ia menilai ketergantungan pada pihak luar bukan solusi jangka panjang bagi kedaulatan energi Indonesia. Sejak berdiri pada 2018, Xurya melihat sektor surya sebagai industri yang relatif baru dan menghadapi tantangan standardisasi kualitas. Pertumbuhan proyek yang masif harus dibarengi ketersediaan tenaga teknis yang mampu mengelola sistem dengan standar keselamatan tinggi, terutama ketika kompleksitas instalasi semakin meningkat.
“Kami percaya transisi energi harus dipimpin talenta lokal. Tanpa SDM yang kompeten, pertumbuhan industri tidak akan berkelanjutan,” ujar Philip.
Untuk menjawab kesenjangan kompetensi tersebut, Xurya meluncurkan Solar Academy Indonesia (SAI) pada 2024. Program ini difokuskan pada pelatihan teknis bagi mitra Engineering, Procurement, and Construction (EPC) lokal, termasuk mitigasi risiko kebakaran dan praktik instalasi kabel yang aman.
Hingga akhir 2025, program itu telah melatih ratusan teknisi. Pada 2026, jumlah sesi pelatihan direncanakan bertambah guna mempercepat kesiapan tenaga ahli lokal di berbagai daerah.
Di tengah dorongan politik untuk mempercepat transisi energi, isu SDM menjadi fondasi yang tak bisa diabaikan. Target bisa ditetapkan dari pusat kekuasaan, tetapi keberlanjutannya akan sangat ditentukan oleh kapasitas manusia yang mengerjakannya di lapangan.
Baca Juga: Surya Paloh: Indonesia Tetap di Board of Peace, Kecuali Ada Evaluasi Bersama
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Mikroplastik Ancam Masa Depan Rumput Laut Indonesia
-
Mengungkap Pesan Moral Kidung Natal: Perjalanan dari Kikir Menjadi Dermawan
-
Kejar Status Eksportir Terbesar Dunia, Pemerintah Bakal Ubah 40.000 Desa Jadi Sentra Perikanan Darat
-
4 Shio yang Menarik Keberuntungan dan Kemakmuran Hari Ini 22 Juli 2026
-
Batu Bara Masih Perkasa, Devisa Ekspor Semester I Tembus Rp268 Triliun
-
Teman Berbulu di Transportasi Umum, Kebahagiaan Kecil di Setiap Perjalanan
-
Dilema Proyek Anti-Banjir di Joglo: Akses Terputus, Pemilik Warung Minta Kompensasi Rp50 Ribu
-
Prananda Surya Paloh: Saya Kecewa Jika Garda Pemuda NasDem Hanya Dianggap Tukang Parkir!
-
Terungkap Fakta Baru, Bayi T. Rex Langsung Langsung Jadi Predator Setelah Menetas
-
Mau Benahi Tata Kelola, BGN Minta Anggaran MBG 2027 Sebanyak Rp 270 Triliun