Suara.com - Kabar kelanjutan pemindahan ibu kota negara baru yang beberapa waktu lalu sempat santer terdengar kini meredup seiring pandemi Virus Corona di seluruh dunia.
Dalam rapat dengan Komisi V DPR RI, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjawab pertanyaan kabar kelanjutan pemindahan ibu kota negara baru tersebut.
Luhut, yang juga selaku Menteri Perhubungan Ad Interim, mulanya menyampaikan ada telepon masuk beberapa hari lalu dari Menteri Energi dan Industri Uni Emirat Arab (UEA) Suhail Mohamed Faran Al Mazrouei.
Dalam sambungan telepon dengan Luhut, Menteri Suhail menyampaikan, Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed bin Zayed (MBZ) memberikan sumbangan berupa alat pelindung diri (APD) kepada Presiden Jokowi.
Diketahui, Jokowi memberi kepercayaan kepada Putra Mahkota Sheikh Mohamed bin Zayed untuk terlibat dalam pembangunan ibu kota negara baru sebagai menjadi ketua dewan pengarah.
Luhut mengatakan, usai memberi kabar ihwal pembetian bantuan, Suhai kemudian menanyakan kepada Luhut mengenai progres ibu kota negara baru.
"Tapi Menteri Suhail ini sebagai counterpart saya. Nah, di situ dia menanyakan lagi, Mr Luhut ini ibu kota yang baru sovereign wealth fund gimana relevan kita jalan nggak? Saya bilang ya jalan saja, karena sovereign wealth fund bukan hanya untuk ibu kota saja, tapi itu juga untuk infrastruktur tempatnya Pak Basuki (Menteri PUPR)," kata Luhut mengulang percakapan dengan Suhail, Selasa (21/4/2020).
Menanggapi lebih lanjut pertanyaan Suhail terkait ibu kota negara baru, Luhut menjawab saat ini pemerintah Indonesua tengah berkonsentrasi dalam penanganan Covid-19.
"Ya saya bilang sama dia, kami masih konsentrasi penuh kepada Covid-19. Nah dia bilang, ya saya setuju tapi kan kita harus bicara. Karena setelah Covid-19 ini akan terjadi perubahan-perubahan struktur bisnis di dunia ini. Karena itu kita semua kerjakan pak," ujar Luhut.
Baca Juga: Nasib Proyek Ibu Kota Negara Baru di Tengah Wabah Corona, Ini Kata Basuki
Berita Terkait
-
Dianggap Lambat, Menko Luhut Klaim Pemerintah Sejak Awal Ingin Larang Mudik
-
Jokowi Resmi Larang Mudik, Anies Tetap Tunggu Arahan Luhut
-
Jumat Pekan Ini, Larangan Mudik Bagi Warga Mulai Diberlakukan
-
Diusulkan Kepala Daerah, Menteri Luhut Tegaskan KRL Tak Disetop saat PSBB
-
Tak Mau Ikuti Luhut, Anies: Ojol Tak Boleh Bawa Penumpang Sesuai Permenkes
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
Terkini
-
Disemprot Donald Trump, Benjamin Netanyahu Balik Melawan
-
Heboh Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG, Istana Turun Tangan Lakukan Audit Internal
-
Terungkap! Ini Catatan yang Membuat Dadan Hindayana Kehilangan Kursi Kepala BGN
-
Dasco Bongkar Alasan Nanik Layak Gantikan Dadan Hindayana di BGN
-
Dadan Hindayana Dicopot, Istana Jamin MBG Tetap Berjalan Normal
-
Dasco Dukung Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN: Dia Teruji di Lapangan
-
Alasan Prabowo Copot Pimpinan BGN: dari SOP hingga Kualitas Makanan
-
Kepala BGN Diganti, Dasco: DPR Apresiasi Pemerintah Dengar Aspirasi Rakyat
-
Profil Wakil Kepala BGN Baru Agustina Arumsari
-
Pemerintah Copot Dadan Hindayana Sebagai Kepala BGN, Anggota Komisi IX DPR: Pergantian Yang Wajar