Suara.com - Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Hasbullah Tabrany menganggap jika kegiatan mudik sudah sepatutnya dilarang. Dia menilai, penyelenggaraan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta berjalan tidak optimal.
Hasbullah mengamati pelaksanaan PSBB selama dua pekan terakhir di Jakarta, justru tidak berjalan dengan baik lantaran tidak dilakukan dengan kedisplinan.
Menurutnya, masyarakat terutama yang bermukim di Jakarta bisa meniru warga Korea Selatan, Jepang atau China yang sudah bisa menunjukkan penurunan kurva kasus Virus Corona (Covid-19).
“Saya lihat PSBB selama dua minggu terakhir di Jakarta juga tidak berjalan dengan baik karena tidak dilakukan dengan disiplin. Karena masyarakatnya enggak disiplin,” kata Hasbullah dalam diskusi melalui telekonferensi, Rabu (22/4/2020).
Kedisplinan negara-negara itu juga terlihat dari cara mereka melakukan screening untuk mendeteksi kasus Covid-19. Bila dibandingkan dengan Amerika Serikat yang sudah melakukan screening untuk 3 juta warganya, Indonesia baru menjalani 40 ribu tes Covid-19.
Kalau melihat langkah penanganannya seperti itu, maka larangan untuk tidak mudik pun patut diberlakukan.
“Jadi saya kira pulang kampung sudah bagus harus dilarang, pemda dan segala pihak yang terkait itu harus berkorban,” ujarnya.
“Kita berkorban dulu sekarang mungkin berbuat dalam jangka pendek tapi kita mesti kita lakukan daripada efek jangka panjangnya semakin rumit,” tambahnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melarang mudik saat libur lebaran guna menekan penyebaran wabah virus corona. Jokowi menyebut, sebelumnya pemerintah telah memutuskan untuk melarang mudik bagi ASN, TNI, Polri dan pegawai BUMN.
Baca Juga: Dilarang Mudik, Ramai Warga Batalkan Tiket Kereta di Stasiun Pasar Senen
Dengan keputusan itu, lantas Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membuat mekanisme larangan mudik. Salah satunya, mekanisme larangan di jalur darat.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, saat ini beberapa daerah telah menerapkan PSBB seperti misalnya wilayah Jabodetabek.
Skenario yang disiapkan, jika mudik dilarang berupa melakukan pembatasan lalu lintas pada jalan akses keluar masuk wilayah, bukan penutupan jalan.
"Skema pembatasan lalu lintas ini dipilih karena yang dilarang untuk melintas adalah terbatas pada angkutan penumpang saja, sedangkan angkutan barang atau logistik masih dapat beroperasi," ujar Budi dalam keterangannya, Selasa (21/4/2020).
Budi menambahkan nantinya di setiap akses keluar masuk perlu adanya penyekatan-penyekatan atau pun check point untuk memeriksa setiap orang yang akan keluar masuk Jabodetabek.
"Dalam melaksanakan pembatasan lalu lintas tentunya diperlukan kerjasama dengan banyak pihak, terutama jajaran kepolisian sebagai garda terdepan," katanya.
Berita Terkait
-
Dilarang Mudik, Sejumlah Warga Pilih Tinggalkan Jakarta Sebelum Puasa
-
Jokowi Larang Mudik, Akses Tol Layang Jakarta-Cikampek Besok Ditutup
-
Awas! Mulai Jumat, Polda Metro Gelar Operasi Larangan Mudik
-
DPR Minta Kementerian Perhubungan Segera Jabarkan Protokol Larangan Mudik
-
Dianggap Lambat, Menko Luhut Klaim Pemerintah Sejak Awal Ingin Larang Mudik
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Palu dan Amarah Terpendam: Remaja 16 Tahun di Kelapa Gading Habisi Kakak Kandung Gegara Hal Sepele
-
Mahasiswa Serang Mahasisiwi di Pekanbaru Diduga Karena Obsesi, Ini Sosok Terduga Pelaku
-
Gus Ipul: Guru Sekolah Rakyat Harus Profesional, SKP Jadi Kompas Perubahan Siswa
-
KPK Periksa 14 Saksi Terkait Kasus Pemerasan Jabatan Perangkat Desa di Pati
-
Peringatan Keras PDIP Soal Perjanjian Tarif AS: Hati-hati, Jangan Ulangi Sejarah Freeport!
-
6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
-
Sisi Hangat John Tobing Pencipta Lagu 'Darah Juang', Begini Sosoknya di Mata Keluarga!
-
Ngeri! Sopir Calya Ugal-Ugalan di Gunung Sahari Ternyata Bawa 4 Pelat Palsu, Sajam, dan Senpi Mainan
-
Hotman Paris Dampingi Keluarga Fandi Ramadhan ke DPR, Protes Tuntutan Mati Kasus 2 Ton Sabu
-
Kronologi Pemobil Calya Hitam Ugal-ugalan Lawan Arah di Gunung Sahari, Ternyata Pelatnya Palsu