Suara.com - Warga Amerika dikabarkan tumpah ruah di beberapa pantai di kawasan California pada Sabtu (25/4/2020) lalu, setelah beberapa negara bagian memutuskan untuk melonggarkan kebijakan lockdown dengan membuka akses kembali.
Melansir dair laman Channel News Asia, wilayah seperti Florida, Georgia dan Oklahoma merupakan beberapa negara bagian yang kembali dibuka kembali setelah penerapan lockdown selama satu bulan.
Selain itu, adanya gelombang panas di California juga merupakan salah satu faktor yang membuat masyarakat nekat bertandang ke pantai meski Amerika Serikat kini menjadi negara yang memiliki kasus infeksi Covid-19 tertinggi di dunia.
Ribuan orang nampak memadati area pantai terbuka yang ada di Newport Beach dan Huntington Beach sejak Jumat (24/2) lalu, meski adanya imbauan untuk tetap berada di rumah.
Selain California, masyarakat juga mengunjungi pantai-pantai di Volusia County. Negara bagian yang terkenal dengan pantai Daytona ini, membuka akses pantai bagi pengunjung dengan keterbatasan fisik dan memberlakukan larangan bagi mereka yang ingin berselancar, berenang, bersepeda, dan berjalan-jalan di pantai.
Namun menurut seorang penduduk kawasan Smyrna dekat pantai Daytona, John Overchuck, banyak warga yang melanggar aturan tersebut.
"Aku pergi ke pantai 10 menit yang lalu dan pantainya penuh pengunjung. Harusnya hal ini tidak terjadi," kata Overchuck.
Dirinya khawatir, hal ini dapat mengundang turis-turis lain untuk berkunjung dan memadati kawasan pantai seperti Smyrna dan wilayah-wilayah pantai lain.
Terkait hal ini, Gubernur California Gavin Newson disebutkan telah meminta para warga yang mengunjungi pantai harus tetap menerapkan physical distancing.
Baca Juga: WHO: Tak Ada Bukti Pasien Sembuh Jadi Kebal Virus Corona
Pembukaan beberapa negara bagian ini dilakukan guna membangkitkan perekenomian yang sempat meredup di Amerika Serikat akibat lockdown.
Menyoal hal tersebut, Gubernur New York Andrew Cuomo, memandang pembukaan kembali sektor bisnis ini sebagai hal yang terlalu berisiko.
Senada, Gubernur Rhode Island Gina Raimondo juga menganggap dibukanya kembali lockdown untuk saat ini bukanlah tindakan yang tepat.
"Melanggar aturan social distancing pada titik ini merupakan hal yang egois," kata Raimondo pada keterangannya.
"Jika semua orang hari ini keluar dan melanggar peraturan, saya pasti harus memperpanjang tanggal pembukaan kembali perekonomian," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
-
5 HP RAM 8 GB untuk Multitasking Lancar Harga Rp1 Jutaan Terbaik Februari 2026
Terkini
-
Usai Lakukan 2 OTT, KPK Sudah Tetapkan Tersangka Kasus Pajak Kalsel dan Bea Cukai Jakarta
-
Prabowo Tunjuk Juda Agung jadi Wamenkeu, Adies Kadir Resmi Jabat Hakim MK
-
OTT Bea Cukai, KPK Ciduk 17 Orang dan Amankan Mata Uang Asing hingga Logam Mulia
-
6 Fakta Kasus Kekerasan Mahasiswa UNISA Yogyakarta, Pelaku Diduga Anak Kades Bima
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Kejagung Bakal Pelajari Laporan Terkait Genosida Israel Terhadap Warga Palestina
-
Roy Suryo Ungkap Banyak Broker di Kasus Ijazah Jokowi, Ada Uang Haram di Balik Tawaran Damai?
-
Cacahan Uang di TPS Liar Bekasi Dipastikan Asli, Polisi: Cetakan Lama Bank Indonesia
-
Masyarakat Sipil Desak Kejaksaan Agung Mengusut Genosida di Palestina Lewat Yuridiksi Universal
-
Sejumlah Masyarakat Sipil Laporkan Kejahatan Genosida Israel ke Kejaksaan Agung