Suara.com - Terkait lockdown yang diterapkan guna menekan sebaran virus corona, beberapa negara mulai terlihat mengotak-atik kebijakan yang diterapkan. Mulai dari memperpanjang, menghentikan, atau sekedar melonggarkan.
Melansir dari laman Al Jazeera, Minggu (26/4/2020), India dan Pakistan adalah dua negara yang memilih untuk melonggarkan kebijakan lockdown.
Setelah menerapkan lockdown selama satu setengah bulan, India telah memberikan kelonggaran dengan mengizinkan toko-toko ritel skala kecil untuk buka kembali per Sabtu (25/4) lalu.
Disebutkan Kementerian dalam Negeri Federal, pembukaan toko ini dibarengi dengan ketentuan pengurangan staf 50 persen, menjaga physical distancing, dan mengenakan masker dan sarung tangan selama berkerja.
Selain itu toko-toko kecil, India tetap memberlakukan penutupan sementara untuk pusat perbelanjaan sepeti pasar, mal, serta larangan penjualan minuman keras hingga akhir periode lockdown nasional yakni 3 Mei.
Pekan lalu, Pemerintah India juga telah memberikan lampu hijau untuk dimulainya kembali kegiatan manufaktur dan pertanian di daerah pedesaan sebagai langkah untuk memperbaiki kondisi perekonomian buruh harian yang terkena dampak selama lockdown.
Sementara di Pakistan, pemerintah memilih opsi perpanjangan lockdown nasional hingga 9 Mei dengan menerapkan sistem 'smart lockdown'.
Sistem smart lockdown yang telah dimulai pada Sabtu (26/4) ini, pemerintah melakukan pelacakan kasus sekaligus mengijinkan beberapa kegiatan industri dan komersial untuk dibuka kembali dengan menerapkan pedoman keselamatan.
"Mengisolasi korban infeksi dan orang-orang yang melakukan kontak dengan mereka dapat menekan sebaran penyakit sembari mengupayakan pemulihan ekonomi," ujar Asad Umar, Menteri Perencanaan Pakistan.
Baca Juga: H+2 Operasi Larangan Mudik, 2.909 Kendaraan Gagal Keluar Jakarta
Pelacakan kasus Covid-19 dilakukan dengan bantuan dari Layanan Intelijen Antar-Layanan Pakistan yang melacak orang-orang yang mungkin melakukan kontak dengan mereka yang positif virus corona.
Sebagai informasi, hingga Sabtu (25/4), Pakistan telah mengonfirmasi adanya 11.940 kasus Covid-19, dengan total 253 kematian. Sementara, untuk India, ada 24.530 kasus virus corona dengan 780 kematian.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Lolos dari Bandara Soetta, Sabu 4,8 Kg Kiriman dari Iran Disergap di Pamulang!
-
Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan
-
Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual
-
Begal Petugas Damkar Ditangkap di Hotel Pluit, Polisi: Masih Ada 4 Pelaku yang Buron!
-
Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani
-
Perintah Tegas Pramono ke Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral, Jalan Rusak Harus Cepat Ditangani!
-
Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati
-
Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029
-
Andi Widjajanto: Selat Malaka Adalah Choke Point yang Bisa Seret Indonesia ke Konflik Global
-
Produk Makanan Segera Punya Label Gula, Garam, Lemak Level A-D: Dari Sehat hingga Berisiko