Suara.com - Beredar foto yang menampilkan sepasang bule tengah mengamen di pasar tradisional. Keduanya terpaksa mengamen karena diduga kehabisan biaya hidup.
Aksi tersebut viral selepas dibagikan oleh sejumlah akun media sosial. Salah satunya pemilik akun Facebook Burhanudin Surya, Senin (27/4/2020).
Dalam foto tersebut tampak dua orang bule berada di sebuah pasar tradisional yang ramai dikunjungi warga.
Sang pria tampak membawa alat musik acordion, sedangkan pasangannya terlihat menggendong anak. Pasangan itu disebut-sebut tengah mencari rezeki dengan cara mengamen.
Dari keterangan yang dituliskan Burhanudin Surya, aksi tersebut terjadi di Pasar Kebon Roek, Mataram Nusa Tenggara Barat, baru-baru ini.
Pasangan bule ngamen gendong anak itu diduga mengamen karena kehabisan uang untuk menyambung hidup.
"Kemarin ketemu bule lagi ngamen di Pasar Kebon Roek bawa istri dan bayinya...kayaknya kehabisan uang untuk bertahan hidup," tulis Burhanudin Surya, seperti dikutip Suara.com, Selasa (28/4).
Aksi bule yang mengamen itu juga berhasil diabadikan lewat rekaman video unggahan Repost Chanel.
Dalam rekaman tersebut, terlihat mereka tengah asyik bernyanyi di depan lapak seorang pedagang. Sesekali mereka pun terlihat menyunggingkan senyuman kepada warga yang menyapa.
Baca Juga: Ali Syakieb dan Margin Wieheerm Lakukan Pemotretan Mesra, Prewedding nih?
Tak ayal, potret bule yang mengamen sambil menggendong anaknya itupun memantik tanggapan untuk berkomentar.
Seperti akun Baiq Risamia Celalusetia yang turut bersimpati dengan keluarga bule itu.
"Kasihan sama anaknya..mana lagi covid gitu di tempat keramaian dan gak pakai masker," tulisnya.
Namun ada pula warganet yang justru menyebut bule itu memang sudah sering terciduk mengamen di kota lainnya.
"Ternyata emang dia sengaja ngamen Traveler semua negara...Dari Bali sekarang Lombok, kemarin Kebonroek, tadi Pasar Kr Jasi," kata Made Dwi Jayantana.
Komentar itu lalu ditimpali oleh warganet lainnya yang juga sudah mengetahui kebiasaan bule tersebut.
Tag
Berita Terkait
-
Bupati Klaten Viral, Postingan Lamanya Bagi-bagi Masker Jadi Sorotan
-
Best 5 Oto: Koleksi Mobil Iis Dahlia, Truk Kontainer Viral Dibajak Mudik
-
Dikira Adonan Donat, Ternyata Begini Proses Pembuatan Piringan Hitam
-
Pengalaman Suami Istri Perawat saat Lawan Covid-19
-
Wujud AirPods Raksasa Viral di Twitter, Warganet: Buat Hulk dan Thanos?
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Kalau Dipaksa ke Peradilan Umum Bisa Berujung Impunitas
-
3 Bos KoinWorks Dijebloskan ke Bui, Skandal Korupsi Kredit Rp 600 Miliar
-
Soal Ketimpangan Personel Polri, Kapolri: Ada yang Harus Dirampingkan dan Diperkuat
-
Jangan Cuma Salahkan Sopir! DPR Soroti Kondisi Jalan Nasional di Balik Kecelakaan Maut Bus ALS
-
Resmi! Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Siap Pilih Ketum PBNU dan Rais Aam
-
Listyo Sigit Buka Suara soal Rekomendasi Calon Kapolri Harus Punya Sisa Masa Dinas 2-3 Tahun
-
Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama Muncul di Dakwaan Korupsi, Menkeu: Tak Dinonaktifkan
-
Gus Ipul Bantah Tahan SK Jelang Muktamar PBNU: Itu Kabar Menyesatkan
-
Motif 'Sakit Hati' Gugur di Persidangan! TAUD: Serangan ke Andrie Yunus Itu Operasi, Bukan Dendam
-
Hakim Nur Sari Semprot Dirjen Binwasnaker Fahrurozi: Saudara Lahir di Kemnaker, Masa Tidak Tahu?