Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menyiapkan tempat penampungan para tunawisma di Gelanggang Olahraga (GOR). Pasalnya para pengemis dadakan ini ramai turun ke jalan ketika memasuki bulan Ramadan.
Awalnya lokasi yang digunakan adalah GOR Karet Tengsin untuk para tunawisma yang ramai di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sekarang ini tiap kota administrasi memiliki satu GOR untuk dijadikan tempat penampungan.
Kepala Suku Dinas Sosial (Kasudinsos) Jakarta Utara, Aji Antoko mengatakan, di wilayahnya GOR yang dijadikan tempat penampungan adalah di kawasan Tanjung Priok.
"Tempatnya di GOR Tanjung Priok. Belakang mall sunter," ujar Aji saat dihubungi, Kamis (30/4/2020).
Di tempat itu disiapkan sejumlah fasilitas seperti 100 tempat tidur sementara berupa valbed. Kebutuhan logistik seperti makanan dan minuman juga disebutnya akan dipersiapkan.
"GOR-nya memang disiapkan dari jauh. Fasilitasnya ada 100 tempat tidur, pakai valbed. Pasti sama dengan toiletnya dan kamar mandi," katanya.
Sementara di Jakarta Timur, tempat yang digunakan adalah GOR Ciracas. Namun Kasudinsos Jakarta Timur Purnowo tak menjelaskan rinci soal fasilitas sudah mulai dipakai atau belum.
"Sudah di GOR Ciracas," ucap Purnowo.
Baca Juga: Sidak GOR Penampung Tunawisma yang Diresmikan Anies, Ternyata Kosong
Berita Terkait
-
Sidak GOR Penampung Tunawisma yang Diresmikan Anies, Ternyata Kosong
-
Bantuan Shelter Disebut Kosong oleh PSI, Reza Arap Sentil Keras!
-
Reza Arap Ajak Orang Kaya Sewa Lapangan Basket buat Penampungan Gelandangan
-
Posting Iklan Jual Nenek Tunawisma Buat Tukar Motor, Pria Dikecam Publik
-
Cantiknya Putri Victoria dari Swedia yang Siapkan Makanan untuk Tunawisma
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam