Suara.com - YouTuber Ferdian Paleka memancing amarah warganet gara-gara membuat konten video prank atau menjahili waria.
Ia berdalih membagikan sembako yang dibungkus kardus kepada waria. Padahal sebenarnya, beberapa kardus yang telah disiapkan itu berisi sampah dan batu bata.
Video prank waria ini diunggah ke kanal YouTube Ferdian Paleka pada Minggu (3/5/2020).
"Jadi di sini kita mau bagi-bagiin. Jadi gini, kita mau mensurvei dulu bencong yang di pinggir jalan apakah bulan puasa ini mereka juga ada atau enggak gitu," kata Ferdian Paleka dalam video berdurasi 12.11 menit itu.
Temannya lalu berkata, "Soalnya kita mau membagikan sembako bahan pangan".
Ferdian melanjutkan, "Jadi yang belum tahu ini isinya apa? Batu-batu, nanti dilihat saja videonya pas kita masuk-masukin batu dan sampah-sampah."
"Jadi, kalau ada bencong kita kasih ini, kalau enggak ada berarti kota ini aman akan waria," ujar Youtuber yang telah mendapat lebih dari 87.000 subscriber ini.
Ferdian dan teman-temannya kemudian mencari waria di pinggir jalan. Saat menemukan waria, mereka kemudian memberikan kardus-kardus berisi batu bata itu.
"Pasti ada yang ngomong, bang elu enggak kasian sama banci-banci itu. Ya mau gimana lagi. Kan ini bulan suci Ramadan," ucap Ferdian.
Baca Juga: Korsel Sebut Kim Jong Un Menghilang Bukan karena Jalani Operasi, Tapi...
Temannya menambahkan, "Apalagi dia enggak mematuhi pemerintah kan, PSBB".
Aksi ini mendapat kecaman dari banyak warganet. Bahkan video yang telah disaksikan lebih dari 49.000 kali mendapat 9.500 dislike pada Minggu (3/5/2020) sore.
Cuplikan video prank yang dilakukan Ferdian Paleka ini diunggah ulang oleh akun Instagram Lambe Turah, Minggu (3/5).
"Nape seh selalu make kata-kata Prank kalo mo bikin konten?? Ga ada yang laen apa yeee??" tulis Lambe Turah.
Warganet pun membanjiri kolom komentar video itu dengan kecaman.
Seorang warganet di Youtube, Ade Chairunnisa menulis, "Kalau tidak bisa membantu orang lain, setidaknya gak melecehkan. Miris manusia kayak kalian buat konten untuk mempermalukan orang lain."
Berita Terkait
-
Transaksi Naik 33,74 Persen, RFB AXA Tower Bagi-bagi Sembako
-
Tengku Zul Soroti Tas Sembako Jokowi, Pendiri PAN Kasih Balasan Menohok
-
Youtuber Nenek-nenek Mbah Minto Dapat THR dari Gubernur Ganjar
-
Youtuber Salat Pakai Sarung Tangan Thanos, Buntutnya Minta Maaf Akui Khilaf
-
Viral Youtuber Nenek-nenek Mbah Minto di Klaten, Begini Kisahnya
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
PSI Incar Jawa Tengah Jadi Kandang Gajah, Hasto PDIP Kasih Respons Santai, Begini Katanya
-
Rakernas I 2026: PDIP Bakal Umumkan Sikap Resmi Terkait Wacana Pilkada di Akhir Acara
-
Megawati di HUT ke-53 PDIP: Politik Adalah Alat Pengabdian, Bukan Sekadar Kejar Jabatan
-
Megawati Dorong Politik Berbasis Kearifan Lokal: Peradaban Diukur dari Cara Menghormati Bumi
-
Instruksi Tegas Megawati di HUT ke-53 PDIP: Kader Wajib Jaga Alam, Hingga Lawan Keserakahan
-
Kritik Keras Regulasi Karpet Merah Konsesi, Megawati: Itu Pemicu Bencana Ekologis di Sumatra
-
Megawati di HUT ke-53 PDIP: Krisis Iklim Adalah Ancaman Nyata, Generasi Muda Paling Dirugikan
-
Megawati Kecam Intervensi AS di Venezuela: Ini Imperialisme Modern!
-
Rocky Gerung Ngaku Girang Hadir di HUT ke-53 PDIP, Puji Pidato Megawati: Jernih, Tulus, dan Berani
-
BGN Ancam Suspend Dapur MBG Tanpa Sertifikat Higiene, Target Nol Keracunan 2026