News / Metropolitan
Selasa, 05 Mei 2020 | 11:32 WIB
Hisyam (25), Perawat hewan Kebun Binatang Ragunan Jakarta sedang memberikan makan seekor Jerapah, Selasa (5/5/2020). (Suara.com/Bagaskara).

Suara.com - Adanya pandemi virus Corona Covid-19 diiringi dengan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat Taman Margasatwa Ragunan (TMR) ditutup sementara sejak 14 Maret 2020.

Hampir dua bulan Kebun Binatang terbesar di Jakarta ini ditutup, kondisi kesehatan hewan pun menjadi pertanyaan.

Hisyam (25), salah satu perawat satwa di Ragunan, mengungkapkan, bahwa ada perbedaan kondisi hewan sebelum Kebun Binatang ditutup dan akhirnya ditutup untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Menurutnya, kini para satwa tampak dalam kondisi tenang dan baik lantaran tidak banyak orang-orang datang untuk melihatnya di kandang.

"Kalau untuk satwanya mungkin lebih tenang karena mungkin tidak banyak orang datang jadi lebih bagus lah dari keadaan satwanya juga. Jadi gak terganggu," kata Hisyam berbincang dengan Suara.com di Kebun Binatang Ragunan, Selasa (5/5/2020).

Ia menambahkan, selama masa penutupan akibat adanya virus Corona juga tak mengubah intensitas pemberian makan para satwa. Para satwa tetap diberikan makan secara normal.

Ditemui di tempat yang sama, Kepala Pelaksana Taman Margasatwa Ragunan, Ketut Widarsana, mengatakan, bahwa sejauh ini kondisi satwa masih dalam keadaan sehat semua.

"Sampai dengan saat ini sih masih sehat-sehat semua karena setiap hari kan memang ada petugas yang masuk jadi khususnya untuk perawat satwa," kata dia.

Menurutnya, kebersihan kandang satwa saat masa penutupan karena pandemi Corona ini selalu diperhatikan.

Baca Juga: Nabila Tewas Akibat Dijambret, Polisi Klaim Kantongi Ciri-ciri Pelakunya

Termasuk juga kesehatan hewan yang dipantau terus setiap hari oleh tim medis.

Untuk diketahui, selain Taman Margasatwa Ragunan, Pemprov DKI juga menutup sejumlah destinasi wisata lain. Diantaranya Monas dan Ancol sejak 14 Maret lalu.

Load More