Suara.com - Adanya pandemi virus Corona Covid-19 diiringi dengan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat Taman Margasatwa Ragunan (TMR) ditutup sementara sejak 14 Maret 2020.
Hampir dua bulan Kebun Binatang terbesar di Jakarta ini ditutup, kondisi kesehatan hewan pun menjadi pertanyaan.
Hisyam (25), salah satu perawat satwa di Ragunan, mengungkapkan, bahwa ada perbedaan kondisi hewan sebelum Kebun Binatang ditutup dan akhirnya ditutup untuk mencegah penyebaran virus Corona.
Menurutnya, kini para satwa tampak dalam kondisi tenang dan baik lantaran tidak banyak orang-orang datang untuk melihatnya di kandang.
"Kalau untuk satwanya mungkin lebih tenang karena mungkin tidak banyak orang datang jadi lebih bagus lah dari keadaan satwanya juga. Jadi gak terganggu," kata Hisyam berbincang dengan Suara.com di Kebun Binatang Ragunan, Selasa (5/5/2020).
Ia menambahkan, selama masa penutupan akibat adanya virus Corona juga tak mengubah intensitas pemberian makan para satwa. Para satwa tetap diberikan makan secara normal.
Ditemui di tempat yang sama, Kepala Pelaksana Taman Margasatwa Ragunan, Ketut Widarsana, mengatakan, bahwa sejauh ini kondisi satwa masih dalam keadaan sehat semua.
"Sampai dengan saat ini sih masih sehat-sehat semua karena setiap hari kan memang ada petugas yang masuk jadi khususnya untuk perawat satwa," kata dia.
Menurutnya, kebersihan kandang satwa saat masa penutupan karena pandemi Corona ini selalu diperhatikan.
Baca Juga: Nabila Tewas Akibat Dijambret, Polisi Klaim Kantongi Ciri-ciri Pelakunya
Termasuk juga kesehatan hewan yang dipantau terus setiap hari oleh tim medis.
Untuk diketahui, selain Taman Margasatwa Ragunan, Pemprov DKI juga menutup sejumlah destinasi wisata lain. Diantaranya Monas dan Ancol sejak 14 Maret lalu.
Tag
Berita Terkait
-
Guru di Batam Positif Corona dari Pasien yang Dinyatakan Sembuh, Kok Bisa?
-
209 Masjid di Surabaya Masih Gelar Salat Tarawih Selama PSBB Corona
-
Update Corona Covid-19 Global 5 Mei 2020: 94% Pasien di China Sembuh
-
Pria Temukan Gua Rahasia Berusia 120 Tahun saat Lockdown, Ini Isinya
-
Hari Ini Pemkot Bekasi Gelar Tes PCR di 7 Lokasi Perbatasan
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret
-
Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah
-
Jadi Tersangka, Pengemudi Pajero Sport Penabrak Pedagang Buah di Kalimalang Tak Ditahan
-
Donald Trump akan Bahas Taiwan dengan Xi Jinping di Beijing
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
UU Guru dan Dosen Digugat ke MK, 'Pahlawan Tanpa Tanda Jasa' Digaji di Bawah UMR
-
DPR Sebut Aspirasi Publik soal Reformasi Polri Sudah Terangkum di KUHAP Baru
-
Viral Wisatawan Jatuh dari Ayunan Tebing, Korban Sempat Teriak: Tali Tidak Kencang!
-
Pengendara Motor Tewas di Koridor 9 Slipi, Manajemen Transjakarta Pastikan Kecelakaan Tunggal
-
Mendagri Tegaskan Realisasi Program Perumahan Rakyat Akan Dorong Kemajuan Daerah