News / Nasional
Selasa, 05 Mei 2020 | 15:31 WIB
Didi Kempot (Suara.com)

Suara.com - Tak banyak yang tahu, maestro campursari Dionisius Prasetyo atau yang lebih dikenal dengan nama Didi Kempot pernah menciptakan lagu tentang Nahdlatul Ulama (NU).

Lagu yang sarat nuansa religius itu berjudul "Islam Nusantara" dan diterbitkan kurang lebih dua tahun yang lalu.  Salah seorang tokoh  NU, Akhmad Sahal siang tadi terkenang dengan lagu tersebut usai mendengar berita kepergian sang maestro. 

"Didi Kempot dan tembangnya tentang Nahdlatul Ulama (NU). Semoga almarhum khusnul khotimah. Lahul fatihah," cuit Akhmad Sahal via akun Twitte-nya @sahaL_AS. 

Lewat lagu tersebut, almarhum Didi Kempot berusaha mengajak umat muslim untuk mengikuti aturan-aturan yang diterapkan oleh NU. Selain itu, sang maestro juga meminta agar masyarakat menghormati jasa-jasa para ulama NU yang telah berjuang sejak zaman penjajahan. 

"Itulah Nahdlatul Ulama. Sering disebut NU. Selalu gigih berjuang. Sejak zaman penjajahan," demikian bunyi penggalan lagu Didi Kempot berjudul "Islam Nusantara".

Namun, cuitan Akhmad Sahal itu ternyata menimbulkan pertanyaan di benak para warganet. Pasalnya, mereka justru menjadi penasaran dengan agama sang maestro. 

BACA JUGA: Mau Kirim Doa, Warganet Bingung Agama Didi Kempot

"Apa beliau mualaf ? Yang saya tahu beliau keluarga Katolik dan juga ada nama baptis di depan namanya. Sebenarnya sih buat saya agama apapun beliau tidak penting, yang saya yakin beliau orang baik dan yakin beliau sudah di surga," tulis warganet @Yettidewi.   

Pertanyaan warganet itu segera direspon oleh Akhmad Sahal dengan mengatakan bahwa apapun agama almarhum Didi Kempot tak terlalu penting karena yang terpenting adalah almarhum telah berbuat baik dan disayang oleh banyak orang. 

Baca Juga: Bertambah 169 Pasien Hari Ini, 4.641 Orang Positif Corona di Jakarta

"Tengkyu infonya. Tapi meminjam Gus Dur, apapaun agama DK [Didi Kempot] enggak penting. Yang penting ia berbuat baik untuk banyak orang dan disayang banyak orang," tulis @sahaL_AS. 

Load More