Suara.com - Tak banyak yang tahu, maestro campursari Dionisius Prasetyo atau yang lebih dikenal dengan nama Didi Kempot pernah menciptakan lagu tentang Nahdlatul Ulama (NU).
Lagu yang sarat nuansa religius itu berjudul "Islam Nusantara" dan diterbitkan kurang lebih dua tahun yang lalu. Salah seorang tokoh NU, Akhmad Sahal siang tadi terkenang dengan lagu tersebut usai mendengar berita kepergian sang maestro.
"Didi Kempot dan tembangnya tentang Nahdlatul Ulama (NU). Semoga almarhum khusnul khotimah. Lahul fatihah," cuit Akhmad Sahal via akun Twitte-nya @sahaL_AS.
Lewat lagu tersebut, almarhum Didi Kempot berusaha mengajak umat muslim untuk mengikuti aturan-aturan yang diterapkan oleh NU. Selain itu, sang maestro juga meminta agar masyarakat menghormati jasa-jasa para ulama NU yang telah berjuang sejak zaman penjajahan.
"Itulah Nahdlatul Ulama. Sering disebut NU. Selalu gigih berjuang. Sejak zaman penjajahan," demikian bunyi penggalan lagu Didi Kempot berjudul "Islam Nusantara".
Namun, cuitan Akhmad Sahal itu ternyata menimbulkan pertanyaan di benak para warganet. Pasalnya, mereka justru menjadi penasaran dengan agama sang maestro.
BACA JUGA: Mau Kirim Doa, Warganet Bingung Agama Didi Kempot
"Apa beliau mualaf ? Yang saya tahu beliau keluarga Katolik dan juga ada nama baptis di depan namanya. Sebenarnya sih buat saya agama apapun beliau tidak penting, yang saya yakin beliau orang baik dan yakin beliau sudah di surga," tulis warganet @Yettidewi.
Pertanyaan warganet itu segera direspon oleh Akhmad Sahal dengan mengatakan bahwa apapun agama almarhum Didi Kempot tak terlalu penting karena yang terpenting adalah almarhum telah berbuat baik dan disayang oleh banyak orang.
Baca Juga: Bertambah 169 Pasien Hari Ini, 4.641 Orang Positif Corona di Jakarta
"Tengkyu infonya. Tapi meminjam Gus Dur, apapaun agama DK [Didi Kempot] enggak penting. Yang penting ia berbuat baik untuk banyak orang dan disayang banyak orang," tulis @sahaL_AS.
Berita Terkait
-
Kenang Sang Maestro Ambyar, Didi Kempot Bakal Hadir dalam Format AI
-
Langgam 'Kuncung' Didi Kempot, Kesederhanaan Hidup yang Kini Dirindukan
-
Profil Saka Kempot dari Didatangi Sang Ayah Lewat Mimpi hingga Bikin Trending Lagu Layang Kangen
-
Dari Ndeso Jadi Ngetop: Perjalanan Musik Jawa yang Relatable!
-
Banyu Langit Didi Kempot Mendapatkan Nafas Baru di Tangan Rommy Va
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah
-
BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar
-
LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi
-
Dikritik Bakal Ancam Demokrasi, DPN Disebut Perlu Reformasi Struktural
-
JPU KPK Tegaskan Tak Boleh Ada Intervensi di Sidang Kasus Suap Bea Cukai
-
Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Fasilitasi Rehabilitasi 50 Korban
-
Laga Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Pramono Anung: Kecewa, Tapi Alasannya Masuk Akal
-
Modus 'Crispy Fruit', WNA China Pengedar Happy Water Diciduk di Apartemen Pademangan
-
Rangkul Homeless Media, Bakom Perkenalkan Mitra Baru New Media Forum
-
Kasus PRT Loncat dari Lantai 4, Polisi Tetapkan Pengacara Adriel Viari Purba Tersangka