Suara.com - Pengacara kenamaan Hotman Paris Hutapea meradang dengan adanya kabar bahwa masih ada seorang ibu yang menjadi tahanan terpaksa harus membawa anaknya ke dalam bui.
Ia menyayangkan sebab kejadian yang diduga terjadi di Polsek Manganitu Sulawesi Utara ini berlangsung di tengah pembebasan ribuan tahanan oleh pemerintah guna mencegah penyebaran virus corona.
"...ibu tidak mau pisah dari anaknya maka ibu ini bawa anaknya ke tahanan! (anak tidak ditahan tapi ibu yg bawa anaknya ke tahanan karena ibu tidak mau pisah dari anak," tulis Hotman pada Selasa (5/5/2020).
Hotman kemudian mempertanyakan kebenaran kejadian ini kepada pihak berwenang .
"Mohon penjelasan dari Polsek Manganitu?? Apa ini benar Bapak Kapolda Sulut dan Kapolres??" tulis Hotman melalui Instagram.
Ia pun mengingatkan penerapan keadaan genting yang sudah diputuskan pemerintah melalui Perpu Nomor 1 Tahun 2020.
"Ingat 30000 terpidana yang sudah vonis bersalah telah dibebaskan Menteri dengan asimilasi walau miliaran uang negara dulu habis membiayai penyidikan penuntutan dan pengadilan dan gaji aparat hukum yang menangani kasus 30000 napi itu dulunya," lanjut Hotman.
Ia pun mengajak masyarakat Indonesia agar ikut mengungkap kebenaran dan keadilan terkait kasus ini.
"Ayok rakyat Indonesia bersuara!!!! Amangoi! Ayok semua TV bawa cameramu ke Manganitu Sulut! Siapa yg berwenang? Apa benar di bawah daerah Polres Sangihe???" ajak Hotman Paris.
Berita Terkait
-
Mirip Prank Ferdian Paleka, YouTuber Spanyol Dihukum Penjara 15 Bulan
-
Berkeliaran Bawa Parang, Dua Napi Asimilasi di Jogja Diringkus Polisi
-
Takut Tertular Corona, Napi Mengamuk dan Tawan 7 Sipir Penjara
-
Nggak Ribet Sama Sekali, Begini Cara Hapus Akun Instagram Secara Permanen
-
Chris Evans Bikin Akun Instagram, Simak 5 Komentar Kocak Warganet
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?