News / Metropolitan
Selasa, 05 Mei 2020 | 15:59 WIB
Helmy (kiri) dan temannya sedang memberikan makan seekor Gorila di Ragunan, Selasa (5/5/2020). (Suara.com/Bagaskara).

Suara.com - Para pekerja khususnya para perawat hewan di Taman Margasatwa Ragunan Jakarta merupakan salah satu profesi yang berpotensi tertular virus Corona Covid-19. Apalagi, disebut-sebut hewan menjadi salah satu faktor penyebaran virus tersebut.

Pihak pengelola Taman Margasatwa Ragunan pun menerapkan protokol kesehatan bagi para pekerja khususnya perawat yang bersinggungan langsung dengan hewan.

Helmy (45), perawat Gorila di Ragunan, mengatakan, dirinya punya siasat tersendiri agar tetap aman selama bekerja. Salah satu hal yang ia lakukan adalah selalu mencuci tangan agar terhindar dari virus Corona.

Hisyam (25), Perawat hewan Kebun Binatang Ragunan Jakarta sedang memberikan makan seekor Jerapah, Selasa (5/5/2020). (Suara.com/Bagaskara).

"Ya kita kan khususnya di kantor ya pak. Kita sebelum ke sini kami selalu ke kantor pusat untuk cuci tangan dan juga di test suhu," kata Helmy ditemui langsung Suara.com di Kebun Binatang Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (5/5/2020).

Selain itu, saat pandemi Corona seperti ini juga Helmy tak melakukan porsir dalam bekerja. Ia pun mengaku rutin mengonsumsi vitamin agar imun tubuh tetap terjaga.

Pria yang sudah bekerja sebagai perawat hewan di Ragunan sejak 2003 silam ini mengatakan, tak mau memikirkan penyakit Corona secara berlebihan.

"Jangan dibikin pusing pak malah kita stres. Ya untuk menghindari sih perlu cuma kita gak usah ambil pusing," katanya.

Geoda (22), perawat Harimau di Taman Margasatwa Ragunan saat ditemui Suara.com, Selasa (5/5/2020). (Suara.com/Bagaskara).

Lebih lanjut, ia pun berharal agar pandemi virus Corona segera berakhir. Hal itu agar situasi Taman Margasatwa Ragunan bisa ramai kembali dikunjungi.

Baca Juga: Nabila Tewas Dijambret, Helm Copot Terbentur Aspal hingga Dihantam Avanza

Load More