Suara.com - Kepala Pusat Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) Dian Ediana Rae mengaku akan fokus bekerja pada isu-isu keuangan yang masuk diakal.
Salah satu kasus yakni menjadi fokus PPATK yakni kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya.
"Kita fokus ke area-area tertentu tapi itu akan sangat tergantung kepada perkembangan, misalnya ke isu-isu keuangan masuk di akal. Karena kalau kita lihat asuransi misalnya asuransi Jiwasraya butuh perhatian dari PPATK. Kami kerja sama intens dengan Kejagung (Kejaksaan Agung) untuk selesaikan masalah ini," ujar Dian di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (6/5/2020).
Kemudian yang menjadi fokus PPATK yakni soal terorisme dan perdagangan ilegal.
"Masalah terorisme, pembiayaan terorisme jadi perhatian kita karena setiap saat gangguan terhadap ini selalu ada," ucap dia.
Selain itu masalah penghindaran pajak yang akan diawasi ketat oleh satuan tugas bersama Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan.
Sehingga kata dia, penanganan masalah pajak dapat membantu pendapatan negara
"Diharapkan dari sekian ratus transaksi yang kita lakukan membantu pendapatan negara," tutur Dian.
PPATK kata Dian juga akan mengembangkan sistem teknologi informasi bertajuk goAML.
Baca Juga: Pemprov DKI soal Keamanan Peti Mati Corona: Kalau Ragu Lihat Sendiri di RS
"Tahun ini akan aplikasikan sistem baru Go-AML yang bisa lebih mendeteksi transaksi lebih terintegrasi, bila tadinya laporan transaksi mencurigakan, laporan transaksi tunai. Laporan transaksi luar negeri, laporan transaksi jual beli, sekarang tidak terlampau berat. Misalnya nama saya keluar semua jenis transaksi yang kita perlukan di situ jadi lebih efisien untuk tangani pidana dan dugaan pidana pencucian uang," katanya
Tak hanya itu, Presiden Jokowi meminta dirinya untuk memperhatikan isu yang dapat menimbulkan gangguan kepada negara.
"Umum saja, pentingnya PPATK banyak memperhatikan isu berkembang yang menimbulkan gangguan kepada negara kita," tutur dia.
Dian menuturkan arahan Jokowi lainnya yakni fokus mengenai temuan transaksi soal korupsi hingga terorisme yang bisa membahayakan negara.
"Beliau concern masalah korupsi, kegiatan seperti terorisme dan terkait dengan hal lain yang jadi tugas kita," katanya.
Sebelumnya, Presiden Jokowi menyaksikan pengucapan sumpah jabatan Dian Ediana Rae sebagai Kepala Pusat Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (6/5/2020).
Pengangkatan Dian sebagai Kepala PPATK berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 37/M Tahun 2020 Tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala PPATK.
Dian Ediana sebelumnya Wakil Kepala PPATK Dian Ediana Rae.
Ia menggantikan jabatan Kepala PPATK yang kosong selepas berpulangnya Kiagus Ahmad Badaruddin yang meninggal pada 14 Maret 2020.
Berita Terkait
-
Jokowi Klaim Kondisi Ekonomi Indonesia Lebih Baik dari Negara Lain
-
Beda dengan Jokowi, Menhub Sebut Mudik dan Pulang Kampung Sama
-
Lagi-lagi Sangsi Foto Jokowi Diwisuda, Alumni UGM Buat Netizen Ini Terdiam
-
Kill the DJ Bahas Hasil Panen Tani, Netizen: Harga Timun Sekilo 500 Rupiah
-
Tangani Covid-19, Jokowi Pastikan Pemerintah Siap Diawasi Masyarakat
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
iQOO Neo11 Ultra Siap Jadi Monster Gaming Baru: Usung Chip Gahar dan Baterai Jumbo 9.100 mAh
-
Apakah 18 Agustus 2026 Cuti Bersama? Cek Jadwal Libur Setelah HUT RI ke-81
-
HUT RI ke-81, Tradisi Panjat Pinang Kembali Meriahkan Kalimalang
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?