Suara.com - Ferdian Paleka bersama rekannya Aidil dan pakdenya Jamaludin, diketahui sempat melarikan diri ke daerah Sumatera, namun kembali lagi ke Jawa.
Pelarian mereka akhirnya terhenti oleh tim gabungan dari Satreskrim Polrestabes Bandung dan Jatanras Polda Jabar saat keluar Pelabuhan Merak, tepatnya di jalan tol Jakarta - Merak, wilayah Tangerang pada Jumat (8/5/2020) dini hari WIB.
"Ketiganya sempat dikejar ke Palembang saat melarikan diri, namun mereka menyeberang lagi dari Bakauheni ke Merak," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna, saat dikonfirmasi via pesan singkat, Jumat.
Belum diketahui secara pasti bagaimana bisa, seorang Ferdian Paleka bisa kabur dari daerah Bandung hingga menyeberang ke Pulau Sumatera sampai ke Palembang. Padahal, saat ini tengah gencar-gencarnya operasi larangan mudik di hampir seluruh wilayah Indonesia, termasuk pintu-pintu di pelabuhan.
Belum lagi penerapan operasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan oleh sejumlah daerah, termasuk di Bandung.
"Lalu, ketiganya berhasil kita amankan setelah keluar pelabuhan Merak, tepatnya di Tol Jakarta-Merak," kata Ulung menambahkan.
Saat ini, Ferdian Paleka bersama dua orang lainnya dalam perjalanan kembali ke Bandung untuk diperiksa lebih lanjut. Mereka akan diperiksa di Ditreskrimum Polda Jabar.
Sebelumnya, tim gabungan dari Jatanras Polda Jabar dan Satreskrim Polrestabes Bandung, berhasil membekuk Ferdian Paleka dan rekannya yang berinisial alias Aidil, konseptor aksi prank.
Ketiganya di bekuk di Tol Jakarta-merak daerah Tanggerang. Sejak Selasa (5/5/2020), mereka dinyatakan buron.
Baca Juga: Ferdian Paleka Sempat Kabur ke Palembang, Balik Lagi ke Pulau Jawa
"Diamankannya setelah keluar Pelabuhan Merak sekira Jam 01.00 WIB dini hari," kata Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP Galih Indragiri.
Selain mengamankan Ferdian dan Aidil, polisi juga amankan satu orang lainnya, yang membantu keduanya bersembunyi dan melarikan diri dari kejaran polisi.
"Kita juga amankan Jamaludin, yang merupakan pakde-nya F (Ferdian)," katanya.
Diketahui, Youtuber Ferdian Paleka menjadi buronan polisi usai mengunggah video prank bantuan sembako isi sampah kepada sejumlah waria atau transpuan di Kota Bandung.
Sontak aksi itu mengundang kecaman dari banyak kalangan. Hingga kemudian oleh para transpuan dilaporkan ke polisi.
Berita Terkait
-
Ferdian Paleka Sempat Kabur ke Palembang, Balik Lagi ke Pulau Jawa
-
Ini Dua Sosok yang Ikut Ditangkap Polisi Bersama Youtuber Ferdian Paleka
-
Usai Tertangkap, Youtuber Sampah Ferdian Paleka Digelandang ke Polda Jabar
-
Detik-detik Ferdian Paleka Ditangkap Usai Berhari-hari Diburu Polisi
-
Ferdian Paleka Ditangkap, Polisi Guyon: Jangankan Orang, Hantu Kita Garap
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara
-
Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang
-
Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka
-
Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?
-
Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah
-
Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap
-
Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma
-
Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja
-
Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis
-
Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua