Suara.com - Kedutaan Besar RI di Seoul, Korea Selatan, membantu proses pemulangan enam warga negara Indonesia (WNI) anak buah kapal penangkap ikan Lim Discoverer dengan penerbangan Asiana, Jumat (8/5/2020) sore.
Seperti diberitakan sebelumnya, kapal berbendera Korea Selatan itu mengalami kecelakaan dan tenggelam di Laut Bismarck, dekat Papua Nugini, pada 21 Maret.
Dalam pernyataan tertulis KBRI Seoul yang diterima di Jakarta, Jumat (8/5/2020), enam WNI tersebut dalam keadaan sehat dan telah menjalani karantina wajib selama 14 hari di Kota Busan.
“Kami bersyukur bahwa keenam ABK WNI berada dalam keadaan sehat dan hari ini dapat dipulangkan ke Tanah Air,” kata Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan Umar Hadi.
Dalam kecelakaan pada 21 Maret itu, seluruh awak kapal yang berjumlah 24 orang, termasuk enam WNI, diselamatkan oleh kapal penangkap ikan Sophia Martina, yang berbendera Filipina, dan dibawa ke pelabuhan Rabaul, Papua Nugini.
Seluruh awak kapal kemudian dijemput oleh kapal ‘Araon’, yang berbendera Korea Selatan, pada 20 April 2020 dan tiba di pelabuhan Gwangyang, Yeosu, pada 29 April 2020.
Keenam WNI kemudian menjalani pemeriksaan kesehatan dan karantina wajib di Busan, sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku di Korea Selatan.
“Kami bekerja sama erat dengan Pemerintah Korea Selatan, khususnya Kementerian Kelautan dan Perikanan, untuk memastikan bahwa hak-hak para ABK WNI kita dapat dipenuhi oleh perusahaan pemilik kapal tempat mereka bekerja,” ujar Dubes Umar Hadi seperti dimuat Antara.
KBRI Seoul juga telah melakukan koordinasi erat dengan Kementerian Luar Negeri di Jakarta dan KBRI Port Moresby-Papua Nugini.
Baca Juga: Mudik ke Wilayah Jabodetabek Tak Dilarang di Tengah Pandemi Corona
Sebelumnya, KBRI Seoul juga telah membantu proses pemulangan 14 orang WNI ABK Long Xin 629 ke Tanah Air pada Jumat pagi dengan penerbangan Garuda Indonesia.
Berita Terkait
-
Belum Kapok, Shin Tae-yong Siap Lanjutkan Karier Kepelatihan di Indonesia
-
Profil Cha Bum-kun: Legenda Korea Selatan yang Buka Jalan Pemain Asia ke Eropa
-
Vakum 7 Bulan, Program Musik Mingguan 'The Show' Umumkan Kembali Tayang
-
Heboh Fenomena Tentara Korsel: Latihan Militer No, Operasi Plastik Yes
-
Megawati Hangestri Resmi Gabung Hyundai Hillstate, Kembali Berkarier di Liga Voli Korea Selatan
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
Sikat Jalur Maut! KAI Daop 1 Jakarta Targetkan Tutup 40 Perlintasan Liar di 2026
-
Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!
-
Dikenal Religius, Pedagang Rujak di Duri Kepa Digerebek Warga usai Diduga Cabuli Siswi SD
-
Geger! Pria Tewas Bersimbah Darah di Kampung Ambon Usai Cekcok Mulut, Warga: Lukanya Banyak Sekali..
-
Kasus Mafia Emas PT SJU, Bareskrim Tetapkan Anak Bos Besar Sebagai Tersangka, Ini Sosoknya
-
Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat
-
Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
-
Jangan Cuma Nakhoda, DPR Desak Bongkar Mafia di Balik Tragedi Kapal PMI Malaysia
-
Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!
-
Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia