Suara.com - Kecemasan, stres, dan kemarahan terus meningkat selama karantina akibat pandemi virus corona. Berbagai kondisi mental itu bisa mengancam jiwa bagi orang yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Hal tersebut yang membuat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memprediksikan lonjakan KDRT hingga 31 juta kasus secara global.
Melansir dari Business Insider, selama jumpa pers pada Kamis (7/5/2020), Direktur Regional WHO untuk Eropa Dr. Hans Kluge menyoroti peningkatan KDRT sebagai akibat dari perintah isolasi diri di rumah.
Kluge mengatakan, bahwa memang sedikit data yang ada karena hanya sebagian kecil dari kasus yang pernah dilaporkan. Tetapi informasi yang WHO kumpulkan dari negara-negara anggota seperti Spanyol, Prancis, Belgia, dan Bulgaria, dan Dana Populasi PBB cukup mengkhawatirkan.
Dia mengatakan ada peningkatan 600 persen kekerasan pasangan yang disasarkan pada perempuan. Jika lockdown berlanjut selama enam bulan lagi, maka akan ada perkiraan kekerasan naik jadi 31 juta kasus KDRT secara global.
Perhitungan tersebut diproyeksikan dari data UNFPA berdasarkan perkiraan seberapa sering kekerasan interpersonal terjadi.
"Ini tidak bisa diterima," kata Kluge.
Untuk membantu mereka yang berurusan dengan KDRT, Kluge meminta partisipasi pejabat pemerintah dan masyarakat setempat.
Dia mengatakan pemerintah harus terus menyediakan dan memperluas layanan seperti panggilan darurat dan layanan kesehatan yang mendukung korban KDRT.
Kluge juga meminta masyarakat untuk memeriksa tetangga, teman, dan keluarga melalui SMS dan panggilan karena selama pandemi kita tidak dapat melihat seperti apa kehidupan mereka secara langsung.
Baca Juga: Kendalikan Wabah Corona, Pemerintah Belajar dari Kolonial Belanda
"Tetap berhubungan. Hubungi dan dukung tetangga, kenalan, keluarga, dan teman Anda,” kata Kluge.
WHO mengatakan akan merilis memo rinci tentang bagaimana lebih baik mendukung korban kekerasan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
- 5 Parfum Wanita Terbaik untuk Acara Malam, Wanginya Elegan dan Memikat
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Cekcok Dua Anggota DPRD Riau Berujung Bentrok, Golkar Pusat Minta Maaf
-
Bedak Tabur Viva Face Powder untuk Kulit Sawo Matang No Berapa? Ini Pilihan Shade yang Paling Cocok
-
Bahlil soal Antrean BBM di Sumatera: Bukan Minyak Habis, tapi Sopir Tangki Mogok
-
DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
-
Kematian Dokter PPDS di Siak Masih Misteri, 4 Orang Diperiksa
-
Menunggu 22 Tahun Hingga Hamil di Usia 45: Kisah Nyata Perjuangan Bayi Tabung yang Menginspirasi
-
Euforia Piala Dunia 2026 Tak Cukup Selamatkan Ekonomi Meksiko: Stadion Penuh, Pemasukan Lesu
-
KPK Tolak Laporan Menhut Raja Juli Kembalikan Amplop Bupati Kuansing
-
Jejak Brutal MYF: Pembacok Samurai di Lumajang yang Ternyata Predator Pemerkosa Driver Ojol
-
Detik-detik Kakek Saniman Terhantam CBR Saat Putar Balik di Watudakon Jombang