Suara.com - Anak Buah Kapal (ABK) MV Quantum The Sea dan MV Wind Spirit tiba di Indonesia pada Jumat (8/5/2020). Rencananya mereka bakal menjalani karantina di dua hotel sembari menunggu hasil tes Swab Covid-19.
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksamana Madya TNI Yudo Margono mengatakan, jumlah ABK yang tiba terdiri dari 93 orang untuk Kapal MV Quantum Of The Sea dan Kapal MV Wind Spirit 30 orang. Mereka tiba di dermaga JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
"Telah dilaksanakan evakuasi dan pemeriksaan swab test terhadap WNI ABK MV Quantum of The Sea dan ABK MV Wind Spirit oleh Satgas Lantamal-III di dermaga JICT 2," kata Yudo kepada wartawan, Jumat (8/5/2020).
Hasil swab test yang sudah dilakukan tersebut, akan keluar dalam waktu tiga hari mendatang. Di samping itu, seluruh ABK akan menjalani karantina di dua hotel yang berbeda.
Untuk ABK MV Quantum the Sea akan menjalani karantina selama 14 hari mendatang di Hotel Mercure, Kemayoran, Jakarta Pusat. Sedangkan ABK MV Wind Spirit akan menjalani karantina di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan.
Untuk diketahui pada April lalu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan puluhan ribu Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai Anak Buah Kapal (ABK) di luar negeri pulang ke tanah air. Retno menyebut jumlah mereka sebanyak 10.009 orang dan ini baru 57 persen dari total seluruh WNI ABK di luar negeri.
Berdasarkan data kementerian luar negeri RI, terdapat 16.863 ABK WNI yang bekerja di 116 kapal pesiar dari 10 operator perusahaan yang tersebar di berbagai negara.
Berita Terkait
-
ABK MV Amsterdam Tiba di Indonesia, Jalani Karantina di Hotel Jakbar
-
Tiba di Tanah Air, 375 ABK MS Carnival Splendor Jalani Karantina di Hotel
-
WNI Pekerja di Kapal Pesiar Mv Carnival Splendor Tiba di Jakarta
-
Rabu 29 April, 349 WNI ABK MV Explorer Dream Tiba di Tanjung Priok
-
Pakar Gugus Tugas Covid Sebut Swab Test Lebih Akurat Ketimbang Rapid Test
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!