Suara.com - Sebanyak 20 agenda pariwisata di Kota Batam, Kepulauan Riau dibatalkan arena wabah corona. Agenda wisata itu sedianya digelar Febuari sampai Mei 2020 lalu.
Rencana kegiatan pariwisata serta Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE) yang seyogyanya untuk menarik kedatangan wisatawan dalam dan luar negeri itu terpaksa dibatakan, untuk menghindari orang berkerumun, sesuai dengan protokol kesehatan saat pandemi virus corona.
"Ada 20-an agenda yang kami batalkan," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Ardiwinata di Batam, Minggu (10/5/2020).
Acara yang dibatalkan antara lain pertemuan Lion Club, Wanderfood Ramadhan dan pertemuan sekretaris daerah seluruh Indonesia.
"Selain dibatalkan juga ada sejumlah kegiatan yang diundur," kata Ardi.
Pihaknya masih menghitung kegiatan yang akan dijadwal ulang, hingga akhir tahun. Karena diharapkan pandemi segera selesai, sehingga acara masih bisa digelar pada akhir tahun.
Ia mengatakan Dinas Pariwisata mendukung langkah pemerintah sepenuhnya untuk memutus mata rantai penularan Virus Corona, karenanya kegiatan yang dianggap dapat menimbulkan kerumunan masa ditiadakan atau ditunda.
Dalam kesempatan itu, Ardi juga mengajak masyarakat mematuhi pemerintah dengan menjaga jarak fisik dan sosial, mengenakan masker apabila terpaksa ke luar rumah, cuci tangan secara rutin dan menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan bergizi serta berolahraga.
Sebelumnya, Wali Kota Batam Muhammad Rudi berharap, angka penularan COVID-19 melandai pada Juni 2020, seiring dengan pembukaan karantina wilayah Singapura.
Baca Juga: Bansos Dinikmati Keluarga Mampu, Bupati TTS Stop BST Terdampak Corona
Dengan begitu, maka diharapkan pariwisata Batam mulai bisa menyerap kunjungan wisman pada Juli 2020, dan ekonomi bisa segera pulih. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Tragedi NS dan Fenomena Filisida: Mengapa Rumah Jadi Ruang Berbahaya bagi Anak?
-
Kubu Kerry Riza Sebut Jaksa Paksakan Keputusan Bisnis Jadi Tindak Pidana Korupsi
-
Konflik Kartel Meksiko Geser Rantai Pasok Narkoba ke Indonesia, BNN Waspadai Jalur Alternatif
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
Jelang Vonis Korupsi Pertamina, Ketua Hakim Beri Peringatan Keras: Jangan Coba-coba Pengaruhi Kami!
-
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga: Kerry Adrianto Merasa Dijebak dalam Kasus Korupsi Pertamina
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
-
Unik, Aksi Massa di Mapolda DIY Bergerak Organik Tanpa Orasi dan Tuntutan Tertulis
-
Aksi di Mapolda DIY: Massa Kecam Kekerasan Aparat yang Tewaskan Bocah di Maluku