Suara.com - Akun Twitter resmi Divisi Humas Polri menjadi sorotan warganet selepas membagikan kampanye mengenai upaya melawan pandemi virus corona.
Dalam unggahan yang dibagikan pada Senin (11/5/2020), @DivHumas_Polri membagikan poster yang menampilkan kutipan pernyataan Ahli Psikologi Politik Prof Hamdi Malik beserta fotonya.
Dalam kutipan tersebut, Hamdi Malik menerangkan tentang pentingnya seseorang memiliki imunitas fisik dan psikis dalam melawan pandemi virus corona.
Menurutnya, pandemi virus corona tidak akan memberikan efek yang membahayakan bila seseorang memiliki dua imunitas tersebut.
"Imunitas ini kata kunci melawan pandemi. Jadi pandemi dampaknya tidak terlalu dahsyat kalau seseorang memiliki imun, baik secara fisik & psikologi, karena itu perlu ditata bagaiman setiap orang memiliki psycological well being," demikian pernyataan Hamdi Malik seperti dikutip Suara.com, Selasa (12/5/2020).
Namun, poster tersebut justru mengundang komentar dari warganet. Bahkan sejak dibagikan, telah mendapat 132 retweets dan 348 likes.
Sebagian warganet merasa janggal dengan poster tersebut lantaran menilai narasumber yang membicarakan mengenai pandemi virus corona tidak sesuai dengan latar belakang keahliannya.
"Narasumber yang baik adalah narasumber yang berbicara sesuai kapasitas. Admin yang baik adalah admin yang tahu konten yang tepat untuk diposting sesuai identitasnya," akun @teooaswaraa.
Begitu juga dengan @skts30 yang mengatakan, "Lucu banget lo ini, bicara masalah kesehatan, disampaian oleh humas polri, mengutip pendapat spikolog politik".
Baca Juga: Tiga Artis Cantik Ini Sumbangkan Rp 500 Juta untuk Pulau Seribu
Bahkan warganet lainnya terlihat memberikan sindiran penas ke admin @DivHumas_Polri.
"Ga sekalian nih bos mengutip omongan Ningsih Tinampi?" tanya @hendralm.
"Pak Pol, kenapa kutip orang psikologi politik komentar soal pandemi? Off side," celoteh @campusteast.
Kendati begitu, akun @DivHumas_Polri tampak tidak memberikan komentar atas tanggapan warganet.
Berita Terkait
-
Eks Kapolda Bengkulu Kena Corona usai Sertijab, Mabes Polri Akui Belum Tahu
-
Kisah Ubad, Perajin Tusuk Kue yang Kini Pasrah Ditengah Pandemi
-
Limbad Ogah Tanggapi Prosesi Perceraiannya dengan Istri Kedua
-
Bajaj Bajuri Disebut Ramalkan Virus Corona Sejak15 Tahun Lalu, Ini Faktanya
-
Penting Buat Imunitas Tubuh, 5 Kacang-kacangan Ini Bisa Tingkatkan Zat Besi
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda
-
Kritik KPK, Sahroni Usul Tahanan Rumah Harus Bayar Mahal: Biar Negara Gak Rugi-Rugi Banget
-
Mudik Siswa Sekolah Rakyat, Naila Akhirnya Punya Rumah Baru Layak Huni
-
Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg
-
Dukung Wacana WFH ASN demi Hemat Energi, Komisi II DPR: Tapi Jangan Disalahgunakan untuk Liburan
-
Lebaran Perdana Warga Kampung Nelayan Sejahtera, Kini Tanpa Rasa Cemas
-
Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa
-
Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan
-
Tentara Amerika Mulai Protes Disuruh Hancurkan Iran, Tak Sudi Mati Demi Israel
-
Volume Kendaraan Arus Balik Membeludak, GT Purwomartani Kini Dibuka Hingga Pukul 20.00 WIB