Suara.com - Ribut antara Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sehan Salim dan Bupati Lumajang Thoriqul Haq soal bantuan sosial yang viral di media sosial berujung islah.
Kedua bertemu dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) tvOne yang tayang pada Selasa (12/5/2020) malam.
Sehan mengaku telah menghubungi Thoriqul Haq dan saling berbagi pendapat. Ia juga menyebut Bupati Lumajang memiliki karakter seperti dirinya saat masih muda.
Sehan mengatakan, "Saya bisa memaklumi. Saya dulu waktu muda kayak dia juga. Sekarang ini masih ada sisa-sianya. Memang begitu sesama Nahdliyin (warga NU). Kita begitu."
Sehan juga mendorong supaya Thoriqul Haq tetap semangat dalam bekerja. Ia pun menghargai Bupati Lumajang tersebut lantaran memiliki tanggung jawab lebh besar dengan 1,2 juta penduduk.
"Dia tentunya tanggung jawabnya lebih gede. 1,2 juta saya cuma 82 ribu. Saya sangat respect," ujar Sehan.
"Saya dulu waktu muda juga begitu. Tapi Alhamdulillah yang sepuh-sepuh sering menasehati. Tapi masih ada sisa-sisa sedikit. Insya Allah ada hikmah buat saya," imbuhnya.
Sehan mengaku komentarnya terhadap Bupati Lumajang dilakukan secara spontan akibat terpancing saat melihat video yang viral itu.
"Saya tadinya agak terpancing. Kan tadinya yang saya protes kan menteri. Saya langsung jawab spontan ketika saya ada di luar lagi berdiri, wartawan datang. Saya ngomong aja. Ditanya lagi wartawan," tutur Sehan.
Baca Juga: Anindya Kusuma Putri Cs Bagi-bagi Sembako ke Kepulauan Seribu
"Saya pikir-pikir lagi. Udah lah, enggak, biarin aja itu adik saya dia semangatnya. Dia mungkin bermaksud baik. Saya yang lebih sepuh, lebih tua harus memaklumi begitu."
"Akhirnya saya telepon dia. Ini sebenarnya maksud anda baik. Tapi tujuan saya ke sini. Menurut saya, no problem," ungkapnya.
Bupati Lumajang, Thoriqul Haq membenarkan bahwa dirinya telah dihubungi oleh Sehan Salim.
Thoriq mengaku masalah keduanya telah selesai. Bahkan ia punya panggilan khusus kepada Sehan Salim yaitu eyang.
"Saya ini di-WA, kemudian saya WA kembali. Tadi juga telepon dengan eyang," ucap Bupati Lumajang Thoriqul Haq.
Ia juga mengakui bahwa situasi saat ini membuat pemerintah daerah bekerja ekstra. Sehingga inovasi sangat diperlukan, menurutnya.
"Prinsipnya begini, kita ini semua kabupaten kota ini kerja sudah enggak normal. Karena itu menurut saya, ini kerja inovasi yang bisa dilakukan, ayo dilakukan," kata Thoriq.
Ia dan Sehan Salim juga berpendapat bahwa sebaiknya pemerintah daerah diberikan wewenang untuk mengevaluasi penerima bantuan dengan data yang rangkap atau tidak tepat sasaran.
Sebab selama ini, menurutnya, perbaikan data penerima bantuan itu sangat rumit dan membutuhkan waktu lama dari pemerintah pusat.
Berita Terkait
-
Viral Gaji 20 Juta Ngaku Rakyat Kecil sampai Minta Bansos dan 4 Berita Lain
-
Belum Semua Warga Kampung Akuarium dapat Bantuan dari Pemerintah Pusat
-
Lebih Dari 2 Juta KK di DKI Dapat Bansos Tahap Dua, Nilainya Rp 255 Ribu
-
Bantuan Sosial Tunai, Mensos Minta Pemda Perhatikan Akurasi Data
-
Data Orang Miskin Mendadak Bertambah Kalau Pemerintah Mau Salurkan Bantuan
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi