Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta agar masyarakat berada di rumah saat Hari Raya Idul Fitri atau lebaran nanti. Dengan demikian, tingkat penularan virus corona akan semakin berkurang.
Anies baru-baru ini menyatakan akan memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Fase ketiga PSBB DKI ini, kata Anies, bisa menjadi penghabisan PSBB ibu kota.
Namun saat fase ketiga juga, masyarakat akan menjalani masa lebaran pada 24 Mei yang berpotensi banyak acara di luar rumah. Karena itu, ia meminta agar masyarakat tetap di rumah untuk mencegah penularan virus corona Covid-19 agar di fase ketiga ini benar-benar menjadi penghabisan.
"Di hari-hari ke depan, saya minta tetap disiplin. Meskipun kita memasuki musim lebaran, tetaplah berada di rumah, tetaplah bersama keluarga, kurangi kegiatan ke luar," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (19/5/2020).
Anies mengatakan saat ini tingkat penularan virus corona Covid-19 sudah berkurang berdasarkan data yang ia punya. Namun jika kembali meningkat, mungkin ia akan memperpanjang lagi masa PSBB.
"Supaya kita bisa benar-benar mengakhiri masa PSBB ini," tuturnya.
Menurutnya penentuan penghabisan ini hanya berdasarkan tingkat penularan. Karena itu ia meminta agar masyarakat bisa bekerja sama agar PSBB bisa diakhiri.
"Yang menentukan bukan pejabat pemerintah, yang menentukan bukan sekadar penegak hukum, yang menentukan adalah kita semua," pungkasnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk menambah masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk percepatan penanganan virus corona Covid-19. Fase ketiga PSBB di ibu kota ini bahkan diharapkan menjadi masa PSBB terakhir.
Baca Juga: Mau Perpanjang Lagi PSBB DKI, Anies: Ini Jadi Penghabisan Jika Disiplin
Anies mengatakan PSBB fase dua seharusnya rampung pada 22 Mei mendatang. Dengan menambah dua pekan, maka PSBB DKI akan selesai pada 4 Juni 2020.
"Jakarta akan menambah psbb selama 14 hari. Mulai tanggal 22 sampai 14 juni," ujar Anies.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
KPK Ungkap Modus Bupati Sukoharjo, Gunakan SK Paksa ASN Setor Insentif hingga Rp2,93 Miliar
-
Klarifikasi Kejati Jateng: Tak Ada Pemeriksaan Personel Polri Terkait SPPG
-
KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo dan Dua Pejabat Pemkab Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemerasan
-
Drama Perceraian Bupati Gowa Berbuntut Laporan Polisi: Mantan Suami Cium Aroma Kesaksian Palsu
-
Habiburokhman Tegaskan Mundurnya Jampidsus Febrie Tak Boleh Hentikan Pengusutan Kasus Korupsi
-
The 2nd IBOS Expo 2026 Siap Digelar, Hadirkan Lebih dari 100 Peluang Bisnis dari Berbagai Industri
-
Jaksa Agung Resmi Terima Pengunduran Diri Febrie Adriansyah dari Jampidsus
-
Intelijen Israel Bongkar Dugaan Skenario Iran Bunuh Trump, Washington Respon Santai
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam